Jumat, 19 Maret 2010

Tes Genetik untuk Tentukan Pola Diet Ideal

Kamis, 04/03/2010 11:30 WIB

Tes Genetik untuk Tentukan Pola Diet Ideal

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: nature)
California, Berat badan tidak turun-turun meskipun sudah mengonsumsi makanan rendah lemak? Mungkin Anda membutuhkan tes genetik untuk menentukan pola diet seperti apa yang ideal dan berhasil.

Sebuah studi kecil dengan melibatkan sekitar 140 perempuan yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan diet sesuai genetiknya lebih berhasil menurunkan berat badan dibanding perempuan yang dietnya tidak sesuai. Hasil studi ini telah dilaporkan oleh peneliti dalam pertemuan American Heart Association.

"Menggunakan informasi genetik akan lebih potensial dalam hal penurunan berat badan serta membantu memecahkan permasalahan obesitas yang semakin tinggi dalam masyarakat," ujar Christopher Gardner dari Stanford University di California, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/3/2010).

Dalam penelitian ini akan dicari 3 gen yang mengalami mutasi yaitu FABP2, PPARG dan ADRB2. Tiga mutasi gen ini menunjukkan seseorang yang merespons baik makanan rendah lemak, diet rendah karbohidrat atau diet untuk keduanya yaitu lemak dan karbohidrat.

Peneliti memilih secara acak salah satu pola diet terhadap 140 perempuan, lalu tim peneliti melakukan tes DNA dengan menggunakan kapas pipi untuk melihat apakah perempuan tersebut sudah mendapatkan pola diet yang sesuai atau tidak.

Setelah lebih dari setahun, perempuan yang melakukan diet sesuai dengan genetiknya berhasil menurunkan berat badan sebesar 5,3 persen. Sedangkan perempuan yang pola dietnya tidak sesuai hanya berhasil menurunkan berat badannya sebesar 2,3 persen. Tes yang dilakukan ini untuk mencari gen apa yang dapat mempengaruhi metabolismenya.

"Salah satu variasi gen dapat mempengaruhi penyerapan lemak di usus. Orang dengan mutasi gen tertentu dapat menyerap lebih banyak lemak dari makanannya, sehingga harus mengurangi asupan lemak jika ingin menurunkan berat badannya," ujar Ken Kornman, kepala petugas ilmiah Interleukin.

Kornman menambahkan ada variasi gen lainnya yang menentukan respons terhadap insulin, tubuh memproduksi insulin untuk mengolah gula yang nantinya akan mempengaruhi penyerapan karbohidrat. Pada gen tertentu, karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung akan menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk lemak.

"Sekitar 16 persen dari perempuan tersebut memiliki dua mutasi yang membuatnya harus menjaga asupan lemak dan karbohidrat," ungkap Kornman.

Penelitian selanjutnya akan dilakukan untuk mengetahui apakah diet yang sesuai dengan genetik ini juga bisa mempengaruhi rasa kenyang seseorang atau tidak.

(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar