Kamis, 18 Maret 2010

Awas! Flu Babi, Flu Burung dan Flu Manusia Bisa Kawin Silang

Selasa, 11/08/2009 16:01 WIB

Awas! Flu Babi, Flu Burung dan Flu Manusia Bisa Kawin Silang

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : abc-net)
Jakarta, Pernahkah terpikir jika flu babi, flu burung dan flu manusia bersatu? Tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi, strain virus baru pun bisa muncul dan mungkin lebih berbahaya dari ketiga jenis flu asalnya.

Merebaknya kasus flu babi akhir-akhir ini telah membuat perhatian masyarakat terhadap kasus flu burung berkurang. Padahal flu burung tidak kalah fatalnya dibanding flu babi, justru bisa dibilang lebih berbahaya karena tingkat kematiannya yang tinggi.

Berbeda dengan flu babi yang sudah menjadi pandemi, flu burung memang masih berada pada fase 3 dan belum menjadi pandemi, tapi masyarakat sebaiknya mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi, salah satunya yaitu kemungkinan adanya strain virus baru hasil perkawinan silang antara flu babi (H1N1), flu burung (H5N1) dan flu manusia (H3N2).

Dalam acara kerjasama Monsanto dan PP Muhammadiyah dalam Menghadapi Pandemi Flu Burung di gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (11/8/2009), Memed Zulkarnain Hasan, Koordinator Bidang Komunikasi Komnas Pengendalian Flu Burung Indonesia (Komnas FBI) menyebutkan bahwa peristiwa kawin silang itu mungkin saja terjadi.

"Secara teoritis, koalisi antara ketiga virus tersebut sangat mungkin terjadi. Sekarang kita masih bisa tenang-tenang, babi-babi masih free dan dinyatakan negatif dari H1N1, tapi kita tidak tahu nanti," ujar Memed.

Memed menjelaskan bahwa jika suatu saat hal itu terjadi, babi lah yang akan menjadi tempat bersarangnya virus itu. "Pencampuran virus akan terjadi di babi, bisa dibilang babi sebagai tabung pencampurnya," ujar Memed.

Kekhawatiran terjadinya kawin silang antar flu yang ada memang cukup beralasan. Pasalnya, flu babi yang pertama kali muncul di Meksiko ratusan tahun yang lalu memang diketahui berasal dari babi. Hal ini justru berbeda dengan kasus flu babi yang ada sekarang, dimana penularannya hanya dari manusia ke manusia.

Ketika virus H1N1 mulai merebak April 2009, para surveilan mengecek babi-babi yang diduga menularkan virus tersebut. Tapi ternyata hasil tes menunjukkan babi-babi itu terbukti tidak bersalah karena hasilnya negatif H1N1, artinya flu babi yang ada saat ini tidak ditularkan dari hewan ke hewan atau hewan ke manusia.

"Dari situ muncul pertanyaan, apakah setelah beberapa tahun dari kasus awal flu babi di Meksiko, terjadi perubahan atau pergeseran genetik strain virus H1N1 tersebut?" ucap Memed.

Apapun bisa terjadi, tidak ada yang tahu dengan pasti. Seperti kasus flu babi yang tidak diduga-duga bisa masuk ke Indonesia, padahal sebelumnya disebut-sebut bahwa H1N1 tidak dapat berkembang di negara tropis, tapi akhirnya masuk juga.

"Semuanya bisa saja terjadi. Jika flu burung bisa menular dari hewan ke hewan dan hewan ke manusia, lalu flu burung menular dari manusia ke manusia, mungkin saja nanti flu manusia menular ke hewan-hewan. Dari situlah strain virus baru mungkin berkembang, kita tinggal tunggu waktunya saja" ujar Memed.

Oleh karena itu, Memed mengingatkan agar selalu tanggap flu dan antisipasi segala sesuatunya. Biasakan pola hidup sehat dengan mencuci tangan air bersih dan sabun, tutup mulut ketika bersin atau batuk, gunakan masker, beristirahat dan tidak bepergian jika sedang flu.

Untuk kasus flu burung, jangan lupa menjaga kebersihan kandang hewan, semprotkan desinfektan, jangan menyatukan beberapa jenis hewan dalam satu kandang dan masaklah daging unggas hingga matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar