Kamis, 04 Maret 2010

Penulis Buku Mystery of 2012 Tak Pernah Sebut Kiamat Pada 2012

Kamis, 26/11/2009 11:40 WIB
Penulis Buku Mystery of 2012 Tak Pernah Sebut Kiamat Pada 2012
Tya Eka Yulianti - detikBandung



Bandung - Film '2012' yang menimbulkan kontroversi di tanah air, rupanya menjadi topik menarik untuk diangkat dalam Peringatan 50 Tahun Pendidikan Geologi Unpad. Buku 'Mysteri of 2012' yang diduga sejalan dengan Film 2012 pun dibedah.

Hadir sebagai pembicara Editor Buku 'Mystery of 2010-Prediksi, Ramalan, dan Kemungkinan' Mehdi Zidan, peneliti dari Lapan Clara, Geolog dari BP Migas Awang Harun Satiana, Didit Haryo Wicaksono dari Greenpeace, dan Hervi Firdaus, perwakilan tokoh agama.

Peserta bedah buku yang mayoritas mahasiswa ini, terlihat antusias mengikuti bedah buku. Rata-rata mereka penasaran dengan isu kiamat 2012.

Editor Buku Mystery of 2012 - Prediksi, Ramalan dan Kemungkinan Mehdi Zidan menyatakan penulis buku 'Mystery of 2012' tidak pernah menyebutkan akan terjadi kiamat pada 2012 seperti yang saat ini banyak diperbincangkan.

"Dalam buku tersebut tidak pernah disebutkan bahwa pada 2012 akan terjadi kiamat. Mereka hanya menduga bahwa pada Desember 2012 akan ada sebuah fenomena besar dan dahsyat," ujar Mehdi pada acara bedah buku dalam acara Triple Junction, Peringatan 50 Tahun Pendidikan Geologi Unpad, di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).

Buku tersebut terbit pada Juni 2009 dengan penulis Gregg Braden, Peter Russell, Daniel Pinchbeck, Geoff Stray, dan John Jenkins.

Dituturkan Mehdi, dalam buku tersebut dijelaskan dasar dugaan fenonema alam pada 2012 adalah berdasar perhitungan kalender suku maya.

"Kalender maya menggunakan siklus 26.000 tahun sekali. Dengan perhitungan 265 per tahun, berbeda dengan yang biasa digunakan 365 hari pertahun, maka tanggal 21-12-2012 merupakan pertemuan perhitungan tersebut," jelasnya.

Dikatakan Mehdi, penulis buku juga tidak mengetahui pasti kejadian apa yang akan terjadi. Namun ada beberapa dugaan yang dikemukakan seperti perubahan tatariksa, atau badai matahari.

Suku maya dijelaskan Mehdi, merupakan bangsa yang memiliki pencatatan waktu dan ruang, perubahan tatariksa, untuk perhitungan kalendernya.
(tya/ern)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar