Jumat, 19 Maret 2010

Penyebab Banyak Gas di Perut

Rabu, 03/03/2010 16:42 WIB

Penyebab Banyak Gas di Perut

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
ilustrasi (Foto: nativeremedies)
Jakarta, Hampir sebagian besar masyarakat pernah merasakan perut kembung, baik yang disebabkan oleh menelan udara atau akibat produksi gas berlebih di saluran pencernaan. Lalu apa yang menyebabkan gas diperut berlebih?

Beberapa orang ada yang berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara mengeluarkannya lewat dubur (buang angin) atau dengan bersendawa. Hal ini dapat membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah dan mencegah peregangan lambung serta usus. Rata-rata orang melepaskan gas 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Untuk memahami penyebab perut kembung harus diketahui terlebih dahulu mengenai proses pencernaan. Perut dan usus bekerja untuk menggerakan makanan melalui proses gerakan peristaltik. Pemerasan ini terjadi secara terorganisasi untuk menjaga agar sisa makanan dan limbah lainnya bergerak hingga menuju anus.

Setiap udara yang ada dalam usus akan terdorong bersama hingga akhirnya tubuh merasa perlu dikeluarkan. Kondisi perut yang kembung terkadang membuat seseorang malu atau merasa tidak pantas, meskipun sebagian orang bisa mengontrol saat mengeluarkan gas.

Saraf di rektum akan mengirimkan sinyal ke otak ketika merasakan tekanan dari usus besar atau ada gas yang perlu untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika otak menerima pesan tersebut pada waktu yang tepat, maka seseorang bisa secara sadar mengeluarkan gas berlebih yang membuat perut menjadi kembung.

Beberapa makanan juga bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.

Seperti dikutip dari MSN, Rabu (3/3/2010) makanan ini menyebabkan gas berlebih karena tidak dipecah hingga makanan tersebut mencapai usus besar dan dicerna oleh bakteri. Proses ini menimbulkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil.

Saat makanan dicerna oleh bakteri di usus besar akan menimbulkan bau busuk karena makanan fermentasi ini belum diserap oleh usus kecil. Akibatnya bisa timbul gas seperti metana dan hidrogen sulfida, hal inilah yang membuat gas dari dalam tubuh berbau tak sedap.

Jika seseorang sering mengalami perut kembung ada beberapa tips yang bisa dilakukan yaitu mencari tahu makanan apa yang menyebabkan gas dalam tubuh berlebih, mengurangi kecepatan makan dan minum sehingga gas yang ikut tertelan tidak terlalu banyak. Apabila cara-cara tersebut tidak berhasil maka sebaiknya memeriksakan ke dokter karena ada kemungkinan perut kembung akibat penyakit tertentu.

(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar