Jumat, 05 Maret 2010

Badai Matahari 2012 Ancam Satelit

Selasa, 09/02/2010 13:30 WIB

Badai Matahari 2012 Ancam Satelit
Ardhi Suryadhi - detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta - Kekhawatiran sejumlah masyarakat akan adanya aktivitas berlebih matahari pada tahun 2012 diprediksi benar adanya. Ini merupakan siklus matahari yang biasa terjadi 11 tahun sekali. Berbahaya kah?

Menurut Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari Antariksa LAPAN, siklus rutin ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Nah, aktivitas matahari saat awal dan akhir siklus cenderung tenang. Sebaliknya, puncak aktivitas matahari terjadi saat siklus matahari mencapai puncaknya.

Biasanya saat masa puncak tersebut, terjadi aktivitas berlebih di matahari. Mulai dari bintik matahari (sunspot), lidah api (flare) dan badai matahari.

"Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antariksa, termasuk menyebabkan gangguan di bumi," ujar Clara.

Namun, lanjutnya, efeknya bagi manusia tidak secara langsung dan tidak menjadi akhir dari peradaban manusia.

"Paling hanya gangguan satelit. Teknologi yang lebih akan mengalami kerugian, bukan ke manusia," jelasnya, ketika berbicara dalam sebuah seminar yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (9/1/2010).

Ia menambahkan, saat ini matahari sedang mengalami siklus ke-24. Diperkirakan puncak siklus terjadi pada tahun 2012-2013.

"Namun puncak siklus tak selalu harus terjadi badai matahari. Untuk saat ini pun masih terlalu dini untuk memprediksinya," tukasnya.

Kalaupun memang nanti terjadi, masyarakat pun jangan lantas panik. Sebab, bumi sudah memiliki tameng pelindung bernama magnetosfer. Lapisan inilah yang menjadi penghalau ketika partikel-partikel matahari dimuntahkan dan mengarah ke bumi.

Selain itu, jarak antara bumi dan matahari terbilang jauh. Yakni mencapai 150 juta kilometer. "Usia matahari pun belum terlalu tua, baru berumur 4,5 miliar tahun. Ini masih terbilang muda," kata Clara.
( ash / faw )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar