Selasa, 09 Maret 2010

Sistem Keamanan Abu-abu di Facebook

asa, 09/03/2010 11:08 WIB

Sistem Keamanan Abu-abu di Facebook
Penulis: IGN Mantra - detikinet

Ilustrasi (Ist.)


Jakarta
- Beberapa hari lalu telah diselenggarakan Konferensi para CERT di kawasan Asia Pasifik atau disebut juga sebagai The Asia Pasific Computer Emergency Response Team (APCERT). Kerja sama antar CERT di kawasan Asia Pasifik ini telah didirikan sejak 2003 dan mulai melakukan kegiatan konferensi sejak 2004.

APCERT 2010 diselenggarakan di Phuket, Thailand pada 3-5 Maret 2010 dan bertindak sebagai host kali ini adalah THAI-CERT. Tentu saja Indonesia ikut serta sebagai salah satu negara yang telah memiliki CERT Nasional dan telah diakui CERT Asia Pasific yakni ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure). ID-SIRTII sendiri baru terbentuk di awal 2007 dan secara resmi menjadi General Member APCERT sejak Juni 2009.

Apa saja yang dibahas dalam APCERT Conference kali ini. Isu yang paling krusial saat ini diperhatikan oleh para anggota CERT adalah keamanan di Jejaring Sosial (Security on Social Network) yang ternyata dapat dikatakan aman dan tidak aman.

Dikatakan aman, karena semua informasi terlindungi. Di sebuah situs jejaring sosial yang sangat terkenal yakni Facebook, mereka memproteksi Facebook sedemikian rupa hanya anggota Facebook saja yang dapat terkoneksi ke situs jejaring sosial dan hanya yang memiliki account resmi dapat saling bertegur sapa dan dapat saling bertukar informasi, melindungi account user dengan beberapa keamanan seperti user id dan password (standard), hint, security personalize setting yang dapat diatur oleh user itu sendiri, sampai dengan menutup Facebook account bila tidak ingin dipakai.

Dikatakan tidak aman karena ternyata bila kita sudah menjadi anggota/member, informasi dapat diambil oleh siapa saja dan kapan saja oleh teman atau yang mengaku sebagai teman untuk dijadikan user/objek dalam melakukan eksploitasi. Informasi yang diletakkan di account Facebook sangat berarti bagi para hacker untuk mengumpulkan informasi sebagai upaya menjebol account user di tempat lain.

Para delegasi APCERT terpukau dengan apa yang disampaikan oleh tim Indonesia dalam APCERT conference kali ini, karena Indonesia (ID-SIRTII) sebagai tim paling akhir yang bergabung dalam APCERT, ternyata menduduki user internet terbesar nomor 2 di Asia Pasifik setelah China dengan 380 juta user lebih (jumlah penduduk 1,5 miliar lebih).

Indonesia telah memiliki jumlah user internet mencapai 45 juta lebih (jumlah penduduk 250 juta lebih) dan didukung oleh lebih dari 300 ISP yang memiliki ijin resmi dari Dirjen Postel, user internet ini terus bertambah setiap harinya secara eksponensial.

Internet Indonesia


Mengapa jumlah user internet Indonesia dapat bertambah secara signifikan? Pertama, hal ini dipengaruhi oleh hausnya informasi yang dikonsumsi oleh user internet tersebut.

Kedua adalah tumbuhnya situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, blog dan masih banyak yang lain. Ketiga, internet sudah sangat murah untuk dibeli, bisa langganan bulanan dengan sangat murah Rp 50.000, bahkan on demand, kapan saja user internet mau koneksi langsung bisa hubungi masing-masing provider dan dengan sangat antusias internet provider akan melayani pelanggannya.

Keempat adalah terjangkaunya device yang sudah menggunakan keyboard qwerty, seperti BlackBerry, Nokia, dan lainnya. Apalagi ponsel China yang sudah di bawah sejuta dengan qwerty keyboradnya, ditambah modem gsm yang terjangkau dan dapat digunakan dimana saja dan kapan saja. Dan tentu saja pertumbuhan user internet ini juga menjadi potensial marketing bagi para pemilik produk, karena mulai tumbuhnya berbagai layanan messanger.

Perwakilan Facebook dari Amerika Serikat mempresentasikan bahwa user Facebook Indonesia telah mencapai urutan nomor 2 terbesar setelah AS dengan 20,5%. Dibanding negara-negara lain, pengunjung jejaring sosial di internet ini terus bertambah setiap hari dan dapat dikatakan sebagai komunitas untuk mencari hal-hal baru, saling sharing informasi, gambar, konten dan lainnya.

Tetapi Facebook tidak menyangkal adanya beberapa kasus yang terjadi karena dampak adanya facebook seperti penculikan, pemerkosaan, pelecehan sampai dengan paling hits adalah melakukan bunuh diri.

Facebook mengatakan sangat peduli dengan berbagai hal ini, tetapi semua dikembalikan kepada user, karena mereka sangat tertutup untuk jejaring teman, maka Facebook tidak dapat mengontrol konten yang diupload user ke accountnya.

Sebagai penutup laporan ini, Ketua APCERT kali ini disandang oleh HK-CERT (Hongkong) dan Wakilnya adalah SING-CERT (Singapore), secretariat APCERT tetap dilakukan di Jepang (JP-CERT), Indonesia (ID-SIRTII) karena masih sangat baru, dan masih General Member maka belum dapat menyandang salah satu jabatan di APCERT tersebut, dibandingkan dengan Thai-CERT dan Sing-CERT yang sudah menjadi anggota CERT sejak 2003.


*) Penulis adalah IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII, sekaligus Dosen Keamanan Jaringan dan Cybercrime, dapat dihubungi di email: mantra@idsirtii.or.id.

( ash / ash )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar