Minggu, 14 Maret 2010

Gen Unik Suku Afrika yang Bikin Hidup Panjang

Kamis, 18/02/2010 14:33 WIB

Gen Unik Suku Afrika yang Bikin Hidup Panjang

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: Reuters)
Pennsylvania, Afrika adalah asal nenek moyang semua manusia di dunia termasuk Nabi Adam yang menjadi manusia pertama. Ilmuwan berhasil menemukan rahasia hidup panjang orang Afrika yang ternyata dari keragaman genetiknya.

Jumlah gen orang Afrika lebih banyak dibandingkan orang Eropa atau Asia. Inilah yang menjadi kunci bagaimana orang-orang Afrika berumur panjang walaupun hidupnya sulit dengan ancaman penyakit mematikan, kelaparan dan perang antar suku.

Peneliti menemukan keragaman populasi yang muncul di Afrika lebih banyak dibanding negara Eropa, Asia yang jumlah ragam populasinya lebih kecil.

Dalam penelitian itu, ilmuwan meneliti rangkaian genom lengkap dari 5 orang Afrika Selatan yang berusia di atas 80 tahun yaitu seorang Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan dan empat orang suku Bushmen dari Namibia.

"Rata-rata kami menemukan banyak perbedaan genetik antara dua orang Bushmen dibanding genetik orang Eropa dan Asia," ujar Dr Vanessa Hayes dari University of New South Wales di Australia, seperti dikutip dariReuters, Kamis (18/2/2010).

Ilmuwan meneliti orang tertua yang hidup di Afrika, baik dari sisi usia maupun akar genetiknya. Tutu adalah salah satu etnis Bantu, sementara Bushmen berasal dari masyarakat pemburu di gurun Kalahari Namibia.

Hasilnya, didapatkan kelompok Buhsmen telah mencapai usia lanjut meskipun mereka hidup di bawah kondisi yang sulit untuk bertahan akibat kelaparan dan penyakit yang tidak diobati.

Fakta lain, etnis Tutu dan satu Bushmen memiliki lebih banyak mutasi yang berbeda dan dikenal denganpolimorfisme nukleotida tunggal (SNPs) dibandingkan individu yang lain.

Selain itu ditemukan perbedaan dalam gen orang dewasa tentang kemampuan mencerna susu sapi dan kaitan SNPs yang membuat seseorang rentan terhadap malaria.

Sedangkan pada etnis Kalahari memiliki gen yang dapat mengurangi hilangnya keringat garam dan air sedangkan yang lainnya memiliki tulang yang kuat untuk mengusung hidupnya.

Ilmuwan mengungkapkan gen ini membuat manusia cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ada. Penemuan aneka ragam gen orang Afrika ini juga diharapkan bisa membantu terciptanya obat-obatan yang lebih baik untuk memerangi penyakit di wilayah itu.

"Untuk mengetahui bagaimana gen mempengaruhi kesehatan seseorang harus dilihat dari berbagai variasi genetik manusianya, dan Afrika Selatan adalah tempat yang ideal untuk melihat itu semua," ujar Webb Miller dari Pennsylvania State University.

(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar