Sabtu, 18 Desember 2010

Wasiat Dewa Ular Berbulu

SOROT 58
Wasiat Dewa Ular Berbulu
Bukan hanya Suku Maya, kalender Indian Cherokee juga berakhir pada 2012.
JUM'AT, 20 NOVEMBER 2009, 19:57 WIB
Renne R.A Kawilarang


VIVAnews - Kiamat sudah dekat, kira-kira tiga tahun ke depan.

Walau sudah jelas-jelas fiktif, “ramalan” film 2012 karya sutradara kondang Roland Emmerich ini berhasil memancing rasa penasaran publik di manca Negara; bakal seperti apa dunia hancur di mata manusia menjelang ajal. Emmerich memang punya sederet pengalaman menyutradarai film-film bertema kiamat.

Didukung teknologi efek visual yang canggih, dia dengan jeli berhasil membuat kisah ini terlihat nyata.

Inspirasi Emmerich datang dari penanggalan suku Maya. Dan inilah kunci sukses film ini yang lantas membuat tak sedikit orang merasa takut bahwa akhir zaman memang akan segera datang.

Maya, suku pedalaman di Amerika Selatan, mengenal sistem penanggalan yang rumit. Mereka memiliki sedikitnya tiga penanggalan yang berbeda, yang konon didasarkan pada pengamatan bintang-bintang. Dikombinasi dengan perhitungan sedemikian rupa, Suku Maya percaya bahwa setiap 25.000 tahun sekali kiamat akan datang dan dunia pun memasuki zaman yang baru. Hari armageddon ini mereka yakini akan jatuh di akhir penanggalan Maya, yaitu antara tanggal 21 atau 23 Desember 2012.

Luasnya efek 2012 tak lepas dari banyaknya astronom di negara-negara Barat yang terpukau dengan ramalan Suku Maya itu. Mereka terus mencoba mengaitkan ramalan sekelas primbon ini dengan menerka-nerka situasi di jagat raya.

John Major Jenkins, misalnya. Mengaku diri sebagai peneliti Suku Maya, Jenkins mencoba menjelaskan ramalan suku primitif itu dalam bukunya, "Maya Cosmogenesis 2012," yang terbit 11 tahun lalu.

Jenkins yakin bahwa pada suatu saat bumi, matahari, dan planet-planet lain dalam galaksi bimasakti akan berada dalam posisi sejajar. Fenomena itu muncul pada tanggal atau sekitar tanggal yang diramalkan suku Maya sebagai akhir zaman. "Memang tidak ada bukti bahwa kesejajaran planet-planet itu bisa membawa dampak yang
transformatif bagi Bumi. Namun, mungkin saja Suku Maya punya suatu mekanisme yang selama ini tidak diketahui para ilmuwan," tutur Jenkins kepada harian USA Today.

Pengamat astronomi dan penulis buku "Apocalypse 2012: An Investigation Into Civilization's End," Lawrence Joseph, mengungkapkan bahwa para koleganya yang meneliti matahari percaya bahwa puncak aktivitas letupan matahari (solar flare) akan berlangsung pada akhir 2012 atau awal 2013. Itu bisa saja terjadi
bersamaan dengan lapisan magnetik bumi yang selama ini melindungi permukaan bumi dari sengatan sinar matahari.

Menurut Joseph, fenomena itu bisa menimbulkan kerusakan pada jaringan listrik, bahkan hilangnya energi listrik untuk sekian lama kecuali bila jaringan-jaringan itu dipasang pelindung khusus dari sorotan langsung sinar matahari.

Namun, seperti dikutip USA Today, Joseph menilai apa yang ditampilkan film 2012 itu terkesan berlebihan, bahkan jenaka. "Namun saya sih tidak heran bila kesan berlebihan itu membuat publik membicarakan dampak letupan matahari," kata Joseph.

***

Maya ternyata bukan satu-satunya suku pedalaman yang memperhitungkan akhir zaman. Thomas Horn, penulis buku "Apollyon Rising 2012: The Lost Symbol Found and the Final Mystery of The Great Seal Revealed," mengungkapkan bahwa Suku India Cherokee juga menganggap serius tahun 2012.

"Ramalan Chickamaugan," atau yang juga dikenal sebagai "Ramalan Ular Derik Cherokee," merupakan rangkaian ramalan akhir zaman yang dibuat oleh para anggota suku Cherokee selama 1811-1812.

Menurut Horn, ramalan itu sangat mirip dengan kepercayaan Mesoamerican, yang merujuk pada kembalinya Quetzalcoatl, atau dewa ular berbulu, pada tahun 2012.

"Seperti Maya, penanggalan Cherokee secara misterius berakhir pada tahun 2012 saat fenomena astronomi yang terkait dengan Jupiter, Venus, Orion, Pleiades mendorong adanya 'kebangkitan' gugus bintang," tulis Horn dalam laman pribadinya. "Dan kalender Cherokee berakhir pada tahun 2012...dengan datangnya kembali Si [Dewa] Pucat," lanjut Horn.

Anda mau percaya, tentu tak ada yang bisa melarang. Namun, saran kami: ketimbang membuang-buang waktu untuk khawatir, rasanya lebih baik kita nikmati dulu saja hidup ini.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar