Kamis, 03 September 2009

Melihat Dari Lidah

Jumat, 04/09/2009 13:10 WIB

Alat Melihat Dari Lidah

untuk Tunanetra

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Medgadget)
Madrid, Selain untuk mengunyah, menelan, berbicara dan merasakan sesuatu, lidah ternyata punya fungsi lain, yakni melihat. Para peneliti di Spanyol berhasil mewujudkan hal tersebut untuk membantu orang-orang buta dan memiliki masalah penglihatan.

Para peneliti menyadari bahwa lidah mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. "Lidah itu layaknya belalai gajah atau tentakel ubur-ubur. Meskipun struktur dan konfigurasinya berbeda, tapi diasumsikan memiliki fungsi yang serupa," ujar E. Fiona Bailey, seorang profesor dari
The University of Arizona, seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/9/2009).

Peneliti mengembangkan sebuah instrumen yang bisa membuat penggunanya melihat melalui lidah. Alat yang disebut Brain Port itu diletakkan dalam lidah orang buta, dan bekerja melalui sensasi atau rangsangan dari luar.

Alat yang berukuran lebih kecil dari materai atau perangko itu tersambung dengan kamera video digital. Melalui kamera itu, gambaran visual akan muncul dan dikonversi menjadi stimulasi tertentu pada lidah yang akan terasa seperti suatu getaran.

Ketika akan memasuki ruangan contohnya, Brain Port akan menghasilkan getaran di lidah yang menyerupai sebuah gerakan. Aimee Arnoldussen, seorang ahli neuron dari Wicab Inc., tempat dibuatnya alat tersebut mengatakan bahwa para ahli menggunakan lidah karena densitas sarafnya yang tinggi yang membuatnya menjadi sangat sensitif untuk merasakan sesuatu.

Bagian tubuh lainnya yang cukup sensitif adalah ujung jari, tapi jika ujung jari dijadikan alat untuk melihat, mereka tidak akan bisa menggapai benda atau melakukan hal lainnya menggunakan tangan.

"Meletakkan Brain Port di dalam mulut tidak perlu mengorbankan organ lain seperti tangan untuk berinteraksi atau melakukan sesuatu, jadi lebih mudah. Selain itu, letaknya yang tersembunyi di dalam mulut membuatnya tidak akan terlihat dan disadari orang lain," ujar Arnoldussen.

Hingga saat ini, alat yang dibuat di Spanyol itu masih dalam tahap pengembangan. Dalam kurun waktu satu tahun lagi rencananya alat tersebut dapat tersedia dan diharapkan bisa membantu mereka yang tidak bisa melihat atau memiliki gangguan penglihatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar