Kamis, 03 September 2009

Gejala Jet Lag

Jumat, 04/09/2009 08:11 WIB

Mengurangi Gejala Jet Lag

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: howtocurejetlag.com)
Jakarta, Saat melakukan perjalanan jauh ke luar negeri dengan waktu berjam-jam, penumpang kerap dibayangi masalah jet lag setelah sampai di tempat tujuan.

Jet lag biasanya perasaan bingung karena lelah setelah melalui perjalanan yang panjang di mobil atau setelah terbang ke utara atau selatan yang membutuhkan waktu berjam-jam.

Salah satu fungsi tubuh yang dikendalikan oleh 'physiological clock' akan terganggu ketika seseorang terbang dari timur ke barat atau sebaliknya menuju kota-kota dengan zona waktu yang berbeda.

Gejala yang ditimbulkan jika seseorang mengalami jet lag adalah perasaan lelah, malas, lesu setelah perjalanan, perubahan aktivitas buang air besar atau mengalami konstipasi (sembelit) dan tidak dapat tidur pada malam hari.

Lamanya perasaan tersebut tergantung dari berapa lama perjalanan yang ditempuh, namun biasanya gejala akan berkurang setelah satu hari. Perasaan tersebut biasanya lebih parah jika menempuh perjalanan dari barat ke timur dibandingkan dari timur ke barat.

Berikut adalah cara untuk mengurangi perasaan jet lag, seperti dikutip dari Health24, Jumat (4/9/2009):

Sebelum penerbangan

  1. Buat pelatihan perencanaan untuk menyesuaikan dengan waktu di kota tujuan seperti pola makan.
  2. Membiasakan mengatur pola tidur ke zona waktu yang baru seminggu sebelum penerbangan, seperti waktu bangun dan pergi tidur.
  3. Membiasakan melakukan pekerjaan sesuai dengan zona waktu yang akan dituju.
  4. Jika ingin menghadiri suatu acara, berilah diri sendiri waktu yang cukup untuk mengatasi jet lag, usahakan sampai kota tujuan minimal 3 hari sebelum acara.

Selama penerbangan

  1. Jika akan tiba ke kota tujuan pada siang hari, usahakan untuk tidur selama di pesawat. Jika bermasalah dengan susah tidur, mintalah obat tidur yang memungkinkan orang bangun tanpa sakit kepala atau pusing setelah 4 sampai 6 jam tidur.
  2. Mengurangi konsumsi alkohol serta menghindari kopi dan teh.
  3. Makanlah makanan yang tinggi karbohidrat tapi jangan dalam jumlah banyak.
  4. Mengonsumsi cairan yang cukup selama penerbangan.
  5. Jika harus tiba pada malam hari, sebaiknya menahan diri untuk tidak tidur di pesawat. Bisa dengan melakukan aktivitas statis atau berjalan-jalan di pesawat jika memungkinkan.

Saat tiba di tujuan

  1. Sinar terang bisa membantu jam fisiologis tubuh, sehingga terkena paparan sinar matahari di luar ruangan sangat dianjurkan.
  2. Jangan langsung tidur jika sampai di siang hari.
  3. Meningkatkan asupan cairan saat tiba di tujuan.
  4. Jangan langsung beraktivitas, biarkan tubuh beristirahat terlebih dahulu minimal selama 2 hari.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, maka gejala jet lag setelah penerbangan jauh akan berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar