Jumat, 15 April 2011

Jembatan Selat Sunda Bakal Didesain Tahan Gempa di Atas 9 SR

Jumat, 15/04/2011 19:14 WIB
Jembatan Selat Sunda Bakal Didesain Tahan Gempa di Atas 9 SR
Ramdhania El Hida - detikFinance


Jakarta
- Jembatan Selat Sunda (JSS) akan dibuat sebagai yang terpanjang di dunia. Jembatan itu juga harus didesain mampu tahan gempa hingga di atas 9 Skala Richter (SR) karena melewati gunung berapi dan patahan.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

"Terpanjang di dunia, teknologinya pasti sangat canggih karena di situ ada gunung berapi dan patahan jadi harus mampu tahan gempa pada skala di atas sembilan," jawab Hatta saat ditanya mengenai desain dari JSS.

JSS ini juga akan dijadikan sebagai ikon Indonesia, sehingga teknologi, desain semuanya harus dari Indonesia. "JSS intinya iconic Indonesia, oleh sebab itu kita bertekad untuk teknologinya, desainnya, BUMN, BUMD-nya, semua nasional, karena kita ingin iconic, icon Indonesia," urai Hatta.

Meski didesain dan dibuat oleh orang-orang Indonesia, namun menurut Hatta, dana pembangunannya bisa berasal dari luar negeri. Diakui Hatta, saat ini pemerintah belum mengetahui investor mana yang kira-kira bersedia mendanai pembangunan JSS.

"Kalau dananya boleh saja kita, dana itu mengalir sampai ke mana-mana, tapi kalau yang bangun itu putra putri Indonesia, desainnya harus putra putri Indonesia. Tahun 60 kita sudah bangun jembatan Semanggi, namanya Sutami dan Pak Luthfi," tambahnya.

Terkait pembangunan dan sejumlah proyek-proyek besar lainnya, Hatta mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk pengembangan kawasan strategis. Pekan depan pemerintah akan bertemu lagi untuk menuntaskan Perpres tersebut.

Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera diperkirakan menelan dana lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah mengharapkan ada swasta yang bisa mendanai proyek jembatan yang akan melintasi Selat Sunda itu.
(nia/qom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar