Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Solusi Pemasok Listrik Mutakhir Pada Mobil Listrik

Solusi Pemasok Listrik Mutakhir Pada Mobil Listrik
Headline
Foto : Ist
Oleh: Billy A. Banggawan
Teknologi - Sabtu, 25 Juni 2011 | 11:07 WIB

INILAH.COM, Minneapolis – Materi logam campuran baru ini bisa mengubah panas langsung menjadi energi. Logam ini mampu menciptakan listrik ramah lingkungan dari limbah panas. Seperti apa?

Ilmuwan University of Minnesota mengatakan, materi ini berpotensi ‘menangkap’ limbah panas dari knalpot mobil dan mengubahnya menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai pada mobil hibrida.

Atau, guna ‘menangkap’ panas dari industri dan pembangkit listrik guna mendapat listrik. Logammultiferroic baru ini merupakan perpaduan nikel, kobalt, magnesium dan timah. Logam ini memadukan elastisitas tak biasa, magnetis dan properti listrik.

Awalnya, logam ini merupakan materi nonmagnet kemudian tiba-tiba menjadi magnet kuat saat suhu sedikit naik. Hal ini menyebabkan logam itu menyerap panas dan secara spontan menghasilkan listrik di sekitar koil.

"Riset ini sangat menjanjikan karena menghadirkan metode yang sepenuhnya baru untuk konversi energi yang belum pernah dibuat sebelumnya," kata Profesor Teknik Mesin dan Aerospace Richard James.

Logam ini juga menjadi cara ‘hijau’ menciptakan listrik karena memanfaatkan limbah guna menciptakan listril tanpa karbon dioksida. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1636252/solusi-pemasok-listrik-mutakhir-pada-mobil-listrik

Senin, 12 Juli 2010

Spanyol Luncurkan Kotak Telepon Bisa Isi Ulang Baterai Mobil Listrik

Kamis, 13/05/2010 15:04 WIB

Spanyol Luncurkan Kotak Telepon Bisa Isi Ulang Baterai Mobil Listrik

Bagja Pratama - detikOto
Gambar


Jakarta
- Spanyol, bekerjasama dengan Telefonica dan Endesa meluncurkan kotak telepon yang unik. Selain untuk melakukan panggilan telepon, juga bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai mobil listrik.

Kotak telepon yang diletakkan di pinggiran kota Madrid dekat markas perusahaan telekomunikasi raksasa Telefonica, memiliki tampilan sebagaimana kotak telefon pada umumnya.

Namun, terdapat sebuah soket listrik yang dapat digunakan untuk pengisian ulang, yang dikembangkan oleh Telefonica dan perusahaan listrik Endesa, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (13/5/2010)

Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah Spanyol untuk menghadirkan sekitar 250.000 unit mobil listrik di perkotaan negara tersebut tahun 2014 mendatang.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk teknologi penelitian yang akan memungkinkan kendaraan listrik (EVS) yang akan diintegrasikan ke dalam jaringan listrik dan diperkenalkan ke pasar Spanyol.

Di Spanyol, Endesa terlibat dalam pengembangan rencana mobilitas listrik pemerintah (MOVELE), yang dikelola dan dikoordinasikan oleh IDAE IDEA (Institusi Spanyol untuk Diversifikasi dan Penghematan Energi)

Endesa juga melakukan pengenalan kendaraan listrik dari berbagai kategori, dengan berbagai fitur dan teknologi, sekaligus instalasi pengisian 546 titik untuk kendaraan di kota Madrid, Barcelona dan Sevile.

( bgj / ddn )

Toyota Gandeng Mobil Listrik Tesla

Jumat, 21/05/2010 13:25 WIB

Toyota Gandeng Mobil Listrik Tesla

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Gambar








California - Presiden Toyota Motor Corp Akio Toyoda dan CEO Tesla Elon Musk menyempatkan diri untuk makan malam bersama di kediaman Musk di AS. Toyoda pun berkesempatan mencicipi mobil listrik Tesla yang kabarnya secepat Ferrari.

Hasil dari pertemuan itu? Toyota akhirnya mengambil keputusan untuk membeli saham Tesla senilai US$ 50 juta, dan Tesla pun boleh menggunakan pabrik Toyota di San Fransisco untuk membangun mobil listrik Tesla.

Perjanjian antara Toyota dan perusahaan mobil listrik asal Lembah Silikon itu menurut Reuters, Jumat (21/5/2010) akan memperbaiki citra Toyota yang tengah tercoreng menyusul penarikan kembali jutaan mobilnya di seluruh dunia.

Meski jago di hybrid, Toyota pun tertinggal dalam perlombaan mobil listrik. Nissan lebih dulu keluar mobil listrik produksi massalnya yakni Leaf.

Tesla menurut Toyoda mengingatkan dirinya akan Toyota pada masa-masa awal Toyota sebagai produsen mobil.

Tesla Model S akan dibuat di pabrik New United Motor Manufacturing Inc (NUMMI) pada 2010 dengan kapasitas 20.000 unit per tahun. Model S merupakan sedan berkapasitas 5 penumpang. Mobil ini sekali isi baterai jarak tempuhnya mencapai 300 mil dan bisa berakselerasi dalam 0-100 km per jam dalam waktu sekitar 5,6 detik. Mobil yang baterainya bisa diisi cepat hanya dalam waktu 45 menit ini dijual massal seharga US$ 50.000.

Pabrik itu sebelumnya merupakan hasil kongsi antara Toyota dan GM. Namun kerja sama GM dan Toyota berhenti pada April lalu. ( ddn / ddn )

Fisker Bagi-bagi Mobil Listrik Karma

Senin, 31/05/2010 10:16 WIB

Fisker Bagi-bagi Mobil Listrik Karma

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Gambar


California
- Produsen mobil listrik yang berasal dari AS, Fisker akan membagi-bagikan mobil listriknya untuk masyarakat.

Itu rupanya merupakan salah satu cara yang diambil perusahaan mobil listrik yang berbasis di California AS itu untuk mengetes mobil plug-in hybrid Karma. Fisker rencananya akan membuat sekitar 100 unit Karma tahun ini.

"Mobil ini akan dites secara internal, dengan berbagai tes seperti tes kecelakaan dan dan digunakan untuk kepentingan percobaan. Dan beberapa diantaranya akan diberikan kepada pelanggan untuk pengujian secara riil di jalan raya," ujar Managing Partner Kleiner Perkins Caufield & Byers Ray Lane yang merupakan salah satu investor utama di Fisker seperti dikutipReuters, Senin (31/5/2010).

Fisker akan memulai memproduksi Karma secara massal pada tahun 2011 nanti. Diperkirakan sekitar 15.000 mobil bisa dibuat per tahunnya.

Karma merupakan mobil sport mewah listrik yang bisa diisi ulang baterainya. Mobil yang diklaim Fisker sebagai mobil sport listrik pertama ini diperkirakan akan dijual seharga US$87.900 atau sekitar Rp 814 juta.

Karma didesain bisa melaju hingga 50 mil atau sekitar 80,4 km dalam mode listriknya. Sedangkan dalam mode hybrid jarak jangkaunya makin panjang hingga 300 mil atau sekitar 482,8 km.
( ddn / ddn )

Jepang Bikin Charger Cepat Mobil Listrik

Rabu, 07/07/2010 07:24 WIB

Jepang Bikin Charger Cepat Mobil Listrik

Bagja Pratama - detikOto
Gambar
dok Autoevolution

Tokyo
- Salah satu isu utama yang dianggap sebagai kelemahan mobil listrik adalah
kenyataan bahwa butuh waktu yang lama untuk mengisi ulang baterai, dibanding isi BBM mobil konvensional.

Beberapa pengembang sudah mencoba untuk menciptakan alat pengisian cepat, namun masih juga tidak bisa menyamai waktu mengisi BBM mobil dengan sistem pembakaran minyak.

Tapi tenang, sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo, JFE Engineering Corp
telah mengembangkan alat pengisian cepat yang sengaja diperuntukkan bagi
kendaraan listrik.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa produknya dapat mengisi setengah dari
baterai hanya dalam tiga menit, sebagaimana dilansir Autoevolution, Rabu (7/7/2010).

Jelas itu merupakan waktu pengisian yang signifikan, dibandingkan alat pengisian lainnya di pasaran, dengan rata-rata waktu pengisian 30 menit untuk mengisi 80 persen baterai.

Karena JFE Engineering mengungkapkan sistem pengisian ultra-cepat terbaru ini dapat mengisi tingkat daya baterai 70 persen hanya dalam waktu lima menit.

Seorang sumber dari perusahaan mengutarakan, ketika merancang alat ini,
tujuannya agar waktu pengisian listrik bisa setara dengan waktu mobil
konvensional mengisi BBM.

"Kami telah mempersingkat waktu pengisian listrik sampai tiga menit, jumlah
waktu yang sama untuk pengisian BBM," ujarnya.

Rekayasa charger buatan JFE ini akan dikenalkan ke pasar bulan April tahun
depan, dengan pengisi listrik yang rencananya akan dipasang di pompa bensin dan toko-toko.

( bgj / ddn )

Minggu, 16 Agustus 2009

Baterai Lithium Keramik untuk Mobil Listrik

LIPI Kembangkan Baterai Lithium
Keramik untuk Mobil Listrik
SENIN, 1 JUNI 2009 | 23:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan baterai lithium berbahan keramik padat yang lebih tahan panas untuk digunakan pada kendaraan masa depan berbahan bakar listrik fuel cell.

"Baru LIPI yang sudah berhasil mengembangkan baterai lithium dari komposit material gelas keramik di dunia ini, seperti dari pecahan kaca. Dengan demikian sistem fuel cell tidak lagi memerlukan sistem pendingin," kata Peneliti Material dan Komposit Pusat Penelitian Fisika LIPI, Dr Bambang Prihandoko di Jakarta, Senin (1/6).

Dunia mobil hibrida sampai saat ini, lanjut Bambang, masih menggunakan baterai lithium dari polimer padat yang kekurangannya tidak tahan panas, sementara baterai lithium dari keramik mampu menahan panas sampai 200 derajat Celcius sehingga tidak diperlukan sistem pendingin.

Sel baterai lithium dari keramik dengan 3,3 Volt dan 200 mili Ampere itu nantinya akan diserikan dan diparalelkan sehingga kemampuannya meningkat untuk mengganti listrik fuel cell selama dua jam bagi kecepatan kendaraan 100 km per jam.

Baterai yang dikembangkan pihaknya itu, jelasnya, sudah dalam bentuk prototipe dan sudah dipatenkan sehingga sudah bisa diproduksi secara massal.
Ia mengakui, baterai lithium masih belum diujicobakan pada kendaraan listrik fuel cell buatan LIPI (Marlip) yang masih menggunakan aki konvensional (lead acid).

"Berat baterai lithium hanya seperlima berat aki. Tahun depan akan kita ganti aki di Marlip dengan baterai lithium ini sehingga Marlip menjadi jauh lebih ringan," katanya. Tanpa baterai lithium, urainya, kendaraan listrik dengan sistem fuel cell tidak bekerja sebagaimana mestinya di mana kecepatan konstan, tidak bisa bergerak lebih cepat.

Mobil hibrida yang dilengkapi sistem fuel cell ramah lingkungan, sejak dua dekade belakangan mulai banyak diperkenalkan. Hampir seluruh produsen kendaraan bermotor juga meluncurkan jenis mobil hibrida yang selain menggunakan sumber energi premium, juga menggunakan energi listrik. Saat ini para produsen mobil hibrid sedang berlomba-lomba menciptakan baterai yang aman, bertenaga, tahan lama, ringan, dan cepat diisi ulang sambil memaksimalkan kemampuan baterai lithium-ionnya.

Prinsip kerja sistem fuel cell yakni menggunakan proses elektrokimia di mana hidrogen dan oksigen digunakan sebagai bahan bakar. Komponen utama fuel cell terdiri dari elektrolit berupa lapisan khusus yang diletakkan di antara dua buah elektroda. Proses kimia yang disebut pertukaran ion terjadi di dalam elektrolit ini dan menghasilkan listrik serta air panas, sehingga fuel cell menghasilkan energi listrik tanpa adanya pembakaran dan tidak ada polusi.


WAH
Sumber : Antara

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/06/01/23171022/lipi.kembangkan.baterai.lithium.keramik.untuk.mobil.listrik