Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Awal Ketertarikan Ival Soal Virus

Kamis, 27/01/2011 18:16 WIB
Bocah SMP Garap Antivirus
Awal Ketertarikan Ival Soal Virus
Andrian Fauzi - detikinet



Lab Ival (afz/inet)

Bandung - Awal ketertarikan Ival, kepada virus dimulai saat komputer milik keluarganya sering terinfeksi virus. Dirinya pun kesal karena setiap saat dia harus menginstal ulang komputernya. Dari kekesalan tersebut akhirnya dia mencoba mempelajari virus. Hal yang tak lazim dilakukan oleh bocah seusianya.

"Setahun yang lalu, saat kelas 1 saya mulai utak-atik. Saya pelajari karakter virus-virus yang suka menyerang komputer saya. Terus saya beli buku Visual Basic," kata Ival menerangkan.

Sebenarnya Ival sudah tertarik dengan komputer sejak dia duduk di kelas 3 SD. Saat itu keluarganya membeli satu unit komputer untuk mendukung usaha jasa servis dan konter handphone milik ayahnya.

"Dulu saya suka main game PinBall di komputer milik bapak. Terus katanya ada kode-kode yang bisa membuat game itu mudah dimainkan. Saya utak-atik sendiri dan akhirnya bisa membuat kodenya," tuturnya sambil malu-malu.

Saat ini Artav sudah didownload oleh 26.267 pengguna. Bukan dalam negeri saja tapi juga ada yang dari luar negeri. Data base virusnya pun sudah hampir 2.000an. Hampir tiap hari Ival menambah virus ke dalam data basenya.

Karenanya, anti virus ini pun sempat dinobatkan sebagai anti virus lokal terbaik dari lima anti virus lokal terbaru dalam satu acara pameran komputer di Bandung. Bahkan dalam sebuah review di situs forum, Artav menjadi rekomendasi utama.

"Saya juga tidak tahu kalau Artav mendapatkan penghargaan dan di-review menjadi anti virus lokal terbaik. Saya tahu dari komentar di situs," katanya.

Ingin menjajal anti virus buatan anak bangsa ini? Silakan klik link berikut.


( fw / fw )

Rabu, 12 Januari 2011

Virus Penyerang Instalasi Nuklir di Indonesia

Virus Penyerang Instalasi Nuklir di Indonesia
Indonesia adalah negara kedua dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi, setelah Iran.
SENIN, 22 NOVEMBER 2010, 16:50 WIB

VIVAnews - Beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa worm Stuxnet menyerang Heysham Power Station, sebuah pembangkit tenaga nuklir di Inggris. Satu dari dua reaktor Heysham 1 dimiliki oleh perusahaan Energi dari Perancis, EDF. Namun, seperti yang dikutip dariTheRegister, juru bicara EDF mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi Heysham 1 tidak ada hubungannya dengan isu 'cyber security'.

Cerita seputar Stuxnet memang tidak ada habisnya. Semenjak kemunculannya bulan Juni lalu, hingga kini Stuxnet terus menjadi bahan perbincangan di kalangan analis antivirus seluruh dunia.

Stuxnet memang didesain untuk langsung menyerang sistem spesifik yakni SCADA dan PLC (Programmable Logic Controllers) yang menggunakan Siemens STEP 7 SCADA atau SIMATIC WinCC. Bahayanya, Stuxnet juga dapat mencuri data-data penting di dalamnya.

Pembangkit listrik Heysham

SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition adalah sistem yang bertugas mengontrol dan memonitor proses industri dan infrastruturnya, dan biasanya juga digunakan oleh pembangkit listrik.

Stuxnet memang program yang sangat canggih. Ia dibuat dengan kode yang begitu kompleks serta mampu mengeksploitasi beberapa celah Windows sekaligus dengan target serangan yang ditujukan pada skala besar/industri. Ini menjadikannya sebagai worm selebritas di kalangan para researcher antivirus.

Banyak orang yang mencurigai Stuxnet dibuat oleh sekelompok orang dengan dukungan teknologi dan dana yang besar. Tidak heran bila banyak spekulasi mengatakan Stuxnet dibekingi oleh negara tertentu.

Banyak kalangan menduga bahwa Stuxnet sengaja didesain untuk menyerang pembangkit tenaga nuklir di Bushehr, Iran. Ada pula yang mengatakan bahwa ia mengincar uranium centrifuges (mesin pemisah isotop) di instalasi nuklir Natanz, yang juga berada di Iran.

Iran memang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat penyebaran Stuxnet yang paling tinggi di dunia. Dalam update laporan terbaru yang dibuat oleh Symantec, diduga kuat serangan ini ditujukan kepada pembangkit nuklir milik Iran.

Pemerintah Iran sendiri secara resmi pernah mengkonfirmasikan bahwa Stuxnet telah menfinfeksi 30.000 komputer di negara Mullah itu. Namun mereka menyangkal bahwa worm Stuxnet tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem SCADA yang ada di industri-industri, maupun reaktor nuklir milik mereka.

Reaktor nuklir Bushehr IranSerunya, Ramin Mehmanparast, pejabat dari Departemen Luar Negeri Iran, terang-terangan menuduh bahwa Stuxnet adalah bagian dari upaya barat untuk mensabotase program nuklir milik Iran. Spekulasi itu pun kini sudah mengarah kepada ranah politik.

Sekarang, mari kita lihat dari sisi Indonesia, yang merupakan negara dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi kedua setelah Iran. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa Stuxnet juga begitu menyebar luas di Indonesia? Apakah Stuxnet juga ditargetkan untuk menyerang infrastruktus industri di Indonesia?

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kalangan industri maupun pemerintah setempat, perihal dampak dari serangan Stuxnet ini. Korban terbanyak di Indonesia justru berasal dari masyarakat umum pengguna Windows, yang banyak melaporkan komputernya terinfeksi oleh Stuxnet.

Tak usah jauh-jauh, beberapa waktu lalu, saya melakukan scanning rutin terhadap USB flashdisk milik ayah serta adik saya. Ternyata worm Stuxnet terdeteksi di media simpan portabel itu.

Memang efek Stuxnet ini tak begitu kentara saat ia berjalan di sebuah komputer rumahan biasa. Namun, Stuxnet baru akan menyerang secara ganas pada komputer yang memiliki SCADA di dalamnya, karena memang Stuxnet didesain untuk itu.

Symantec pernah membuat proof-of-concept mengenai bahayanya stuxnet dengan melakukan simulasi percobaan menggunakan balon. Tes dilakukan menggunakan komputer yang terhubung dengan sistem SCADA yang diprogram untuk menjalankan mesin pompa peniup balon selama sekitar 3 detik.

Ketika salah satu komputer diinfeksikan worm Stuxnet, maka sistem SCADA mulai menunjukkan keanehan, karena kemudian worm Stuxnet menginstruksikan mesin pompa untuk terus meniup balon, hingga akhirnya meledak.

Cepatnya penyebaran Stuxnet yang terjadi di Indonesia adalah akibat kebiasaan penggunaan flash disk sebagai media pertukaran data yang terpopuler di masyarakat. Ini menjawab pertanyaan mengapa stuxnet begitu menyebar luas di sini.

Stuxnet merupakan worm pertama yang dapat mengeksploitasi dan memanfaatkan celah sistem operasi Windows melalui file .LNK atau shortcut (CVE-2010-2568), yang dirancang untuk menginfeksi flash disk sebagai media primer penyebarannya.

Tidak hanya itu, karena ia juga dapat menyebar di LAN atau jaringan setempat dengan mengeksploitasi celah Microsoft Windows Server Service RPC Handling Remote Code Execution Vulnerability (CVE-2008-4250), kelemahan Printer Spooler (CVE-2010-2729), hingga menggunakan certificate atau digital signature curian.

Pada laporan awalnya, Michael Krampe, Jurubicara Siemens mengumumkan ditemukannya 15 customer-nya yang positif terinfeksi oleh virus ini, dan menurutnya masing-masing telah dapat mengatasi worm tersebut dan tidak berdampak buruk pada operational mereka.

Sumber lain juga menimpali, bahwa sepertiga dari customer, berasal dari industri di Jerman. Sebagai tindak lanjut dari serangan Stuxnet, Siemens dalam situs resminya memberikan solusi aman terkait penggunaan sistem mereka dan menyarankan kepada orang untuk tidak menggunakan flash drives.

Hingga kini, misteri yang menyelubungi Stuxnet masih terus memicu berbagai spekulasi. Banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang siapa sebenarnya target utama worm ini, siapa pembuatnya, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua, Industri manapun sangat potensial terserang oleh worm canggih ini. Tak peduli di Iran, Inggris, atau Indonesia. Atau bahkan mungkin juga Stuxnet telah sampai di komputer Anda.

*Arief Prabowo adalah Malware Researcher dari Emsisoft, perusahan computer security yang berlokasi di Austria

• VIVAnews

Minggu, 04 Juli 2010

Langkah Mengusir Virus 'Luna Maya'

Rabu, 30/06/2010 16:20 WIB
Tips Antivirus
6 Langkah Mengusir Virus 'Luna Maya'
Wicak Hidayat - detikinet

Screenshot (vaksincom)


Jakarta
- Sebuah virus yang cukup menjengkelkan dengan julukan 'Luna Maya'telah menyebar di Indonesia. Virus ini menampilkan pesan yang agaknya meledek penggemar video porno di Indonesia, dengan menampilkan Pop Up bertuliskan "dasar!! otak bokep.."

Virus itu juga menimbulkan dampak-dampak yang cukup menjengkelkan. Misalnya, drive CD/DVD ROM akan terus terbuka meskipun sudah ditutup secara manual oleh pengguna.

Julukan 'Luna Maya' diberikan pada virus ini karena salah satu file penyebarannya memiliki nama LunaMaya.exe. Virus ini dideteksi sebagai Suspicious_Gen2.LBTU oleh Norman Security Suite.

Nah, berikut adalah 6 langkah untuk mengusir virus ini seperti disampaikan oleh Adi Saputra, analis antivirus dari Vaksincom:

1. Lakukan pembersihan virus pada mode “safe mode”.
  • Untuk masuk pada mode “safe mode”, tekan tombol F8 pada keyboard saat komputer dinyalakan.
  • Pada menu Windows Advanced Options, anda dapat memilih mode “safe mode” atau dapat juga mode “safe mode with networking” dan “command prompt”. Agar lebih mudah pilih saja mode “safe mode”.
  • Biarkan windows berjalan hingga muncul jendela konfirmasi penggunaan “safe mode”. (lihat gambar 12)
  • Klik pilihan “Yes”, untuk menggunakan mode “safe mode” pada jendela konfirmasi tersebut.

2. Matikan proses virus yang aktif pada memory.
  • Gunakan tools pengganti Task Manager dalam hal ini gunakan CurProcess. Download tools CurrProcess pada link berikut ini : http://www.nirsoft.net/utils/cprocess.zip
  • Jalankan CurrProcess, kemudian cari file virus “Amoumain.exe”. Klik kiri file virus, kemudian pilih “Kill Selected Processes”. Jika file virus sudah hilang, maka tutup jendela CurrProcess.

3. Perbaiki registry windows yang sudah di modifikasi oleh virus dengan langkah sebagai berikut :

a. Salin script dibawah ini menggunakan wordpad. Klik menu [Start] à [All Programs] à [Accessoris] à [Wordpad].

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden,0x00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, SuperHidden,0x00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, HideFileExt,0x00010001,0
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"

[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system, DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\explorer, NoRun

b. Simpan file dengan nama “repair.inf”. Gunakan pilihan Save as type menjadi Text Document agar tidak terjadi kesalahan.
c. Klik kanan file “repair.inf” kemudian pilih “Install”.

4. Hapus file virus “Luna Maya” dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  • Memiliki type file “Application”
  • Memiliki ukuran file “37 kb”
  • Memiliki icon file MS Word

Catatan :
  • Untuk mempermudah pencarian sebaiknya gunakan fungsi Search Windows dengan menggunakan filter file *.exe dan *.inf dan berukuran 37 kb.
  • Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama.
  • Pastikan hapus file virus utama seperti : Amoumain.exe, Luna Maya.exe, Love.exe, dan nt.bat
  • Log-off komputer, kemudian log-in kembali.

5. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, scan kembali menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali virus ini dengan baik.

6. Untuk USB flash atau removable drive yang sudah di rusak atau format oleh virus, sebaiknya gunakan software recovery untuk mengembalikan data yang hilang.
( wsh / wsh )

Senin, 30 November 2009

Curi Puluhan Ribu Account Bank, CrackerDipenjara

Kamis, 19/11/2009 10:45 WIB

Curi Puluhan Ribu Account Bank, CrackerDipenjara
Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (ist)


Manchester
- Kejahatan cyber makin hari makin canggih. Para kriminal cyber di Inggris memanfaatkan virus trojan mutakhir dalam sebuah plot untuk mencuri dataaccount bank dari puluhan ribu pemakai komputer di seluruh dunia.

Melalui investigasi mendalam, unit cyber kepolisian Scotland Yard di Inggris berhasil membekuk pelakunya, yakni seorang pria dan seorang wanita muda. Komplotan mereka memakai virus bernama ZeuS atau Zbot untuk menginfeksi komputer dan men-downloaddata, termasuk account bank, password kartu kredit dan sebagainya.

Data yang diraup dari puluhan ribu korban di seluruh dunia, kemudian disimpan di server para cracker itu. Namun polisi belum tahu apakah mereka sudah berhasil mencuri uang dari account bank korban, atau apakah data tersebut juga dijual ke pihak ketiga.

Dua tersangka berkebangsaan Inggris itu ditahan di kota Manchester. Penahanan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan di benua Eropa terkait peperangan melawan kaum kriminal yang menggunakan virus ZeuS.

"Trojan Zeus sangat canggih dan telah digunakan di seluruh dunia untuk menginfeksi atau mengakses informasi personal. Potensi kerugian finansial yang terjadi bisa sangat besar," tukas Charlie McMurdie dari Scotland Yard.

Seperti biasa, untuk menghindari serangan seperti ini, user diharapkan terus meng-updateanti virus. Selain itu, disarankan agar tak membuka link atau attachments email yang mencurigakan. Demikian seperti dilansir SkyNews dan dikutip detikINET, Kamis (19/11/2009). ( fyk / faw )

Rabu, 09 September 2009

Virus Virut (1)


Rabu, 09/09/2009 16:09 WIB
Analisa Virus Virut (1)
Virut, Biang Keladi Banjir Spam
Penulis: Adi Saputra - detikinet

File yang terinfeksi Virut (vaksincom)


Jakarta
- Kalau anda ingin tahu virus apa yang paling memusingkan vendor antivirus di tahun 2009 ini, jawabannya bukan Conficker atau Alman.

Conficker boleh menjadi virus yang paling ditakuti oleh administrator jaringan, tetapi saat ini sudah banyak sekali tools yang disediakan oleh vendor-vendor antivirus bisa membersihkan dan membasmi Conficker dengan tuntas. Dan bisa dipastikan Conficker sudah memasuki masa 'purna bakti' karena patch terhadap RPC Dcom III yang secara efektif menghentikan penyebaran virus ini sudah diimplementasikan secara meluas di kalangan pengguna komputer.

Lain ceritanya dengan virus yang bernama Virut, ia tidak mengandalkan eksploitasi celah keamanan untuk menyebarkan dirinya sehingga tidak ada patch yang dapat menangkalnya (hal inilah yang menyebabkan penyebarannya tidak secepat Conficker). Tetapi jangan anda pandang enteng virus ini, karena Virut termasuk virus yang paling ditakuti oleh vendor antivirus.

Hal ini terbukti dari kehebatannya di mana sampai saat ini tidak ada tools yang mampu mendeteksi dan membasmi virus ini dengan tuntas. Adapun aksi Virut juga bisa membuat jantung administrator copot seperti :

  1. Mendisable Windows File Protection yang tujuannya sangat “mulia” (untuk Virut) karena ia ingin menginfeksi seluruh file sistem OS Windows.
  2. Menyebarkan dirinya melalui halaman web. HTML, ASP, PHP.
  3. Menginfeksi Host file Windows, sehingga ia memiliki kontrol penuh terhadap koneksi internet komputer yang di infeksinya.
  4. Melakukan kontak remote ke IRC server.
  5. Menjadikan komputer korbannya server zombie untuk mendownload update virus dan perintah lain seperti mendownload master email spam dan menyebarkan ke alamat-alamat yang telah ditentukan.
  6. Mendownload virus dan spyware lain untuk di infeksikan ke komputer.
  7. Menjadikan komputer korbannya sebagai server spam dengan memanfaatkan IP publik yang dimiliki router komputer sehingga mengakibatkan IP tersebut di ban dan di-blacklist.
  8. Mematikan Firewall.
  9. Disable share folder supaya sulit dibersihkan secara remote.
  10. Inject network driver sehingga jika hostnya dibersihkan akan menyebabkan kelumpuhan akses komputer ke jaringan.

Menurut pengamatan Vaksincom saat ini sangat sulit ditemukan program cleaner untuk membersihkan Virut dengan tuntas. Jika terdeteksi pun, kerusakan atau infeksi yang diakibatkan oleh Virut ini sangat meluas sehingga banyak korban yang memilih melakukan jurus Pasopati, alias format.

Dalam artikel ini, Vaksincom akan menjelaskan secara detail aksi virus dan bagaimana cara membasminya.

Bagi anda para pengguna crack/keygen pada software aplikasi maupun game, sebaiknya harap berhati-hati dikarenakan banyak beberapa program tersebut terindikasi mengandung virus. Jika pada beberapa bulan terakhir ini penyebaran virus yang mampu menginfeksi program executable didominasi oleh virus Alman maupun Sality, kini juga terdapat virus yang memiliki berbagai macam varian yang mampu menginfeksi file executable yaitu “Virut”.

Berbeda denga Sality atau Alman, virus Virut mampu menginfeksi seluruh file system Windows maupun seluruh file executable yang ada pada komputer anda. Dengan kemampuan infeksi tersebut, yang dilengkapi teknik enkripsi dalam menginfeksi file, sangat sulit untuk antivirus mampu melakukan proses pembersihan/clean file secara tepat.

Bahkan masih banyak antivirus yang hanya mampu menghapus file atau mengkarantina file, sehingga file yang terinfeksi virus (termasuk file system Windows) menjadi rusak dan akibat secara umum file tersebut tidak bisa dijalankan dan bahkan menyebabkan Windows tidak berjalan secara normal. Hal ini yang kadang ditemui pada beberapa forum, milis maupun artikel beberapa vendor yang memberikan solusi alternatif untuk di-repair Windows ataupun jalan terakhir format/install ulang.

Norman mendeteksi salah satu varian virus ini sebagai W32/Virut.DG. Norman mendeteksi dan menghapus file virus, serta mampu membersihkan file yang sudah terinfeksi virus.

Karakteristik Virut

Virut merupakan salah satu varian virus yang memiliki kemampuan menginfeksi file executable dalam hal ini EXE dan SCR. Virut merupakan salah satu virus yang muncul sejak tahun 2007 bersamaan dengan munculnya virus Alman dan Sality, hanya saja saat itu penyebarannya tidak terlalu populer dibandingkan Alman.

Di tahun 2009 ini pun, penyebaran Virut bersamaan dengan serangan varian Sality yang menyebar banyak dan mendominasi serangan virus mancanegara di Indonesia. Berbeda dengan Sality dan varian awal Virut sebelumnya, Virut saat ini memiliki berbagai metode yang digunakan baik untuk menginfeksi file maupun untuk melakukan penyebaran virus.

Saat ini, varian Virut tidak hanya menginfeksi file executable (exe dan scr) tetapi juga menginfeksi file web (asp, php, htm) serta host file dan driver. Selain itu, jika anda terhubung internet virut akan menghubungi remote server (IRC server) dan melakukan koneksi ke beberapa alamat server zombie untuk mendownload sekumpulan malware (virus, trojan, spyware).

Dengan terhubung pada beberapa alamat server zombie tersebut, Virut juga mendapatkan akses data IP atau komputer yang akan dijadikan sasaran serangan selanjutnya yaitu SPAM. Dalam hal ini, seandainya komputer kita sudah terinfeksi oleh Virut, tentunya komputer kita sudah menjadi zombie untuk melakukan serangan SPAM sekaligus mengirim virus kepada komputer lain.

Pada beberapa varian, virut mendownload spyware, menggunakan iklan dan popup dengan konten pornografi dan perjudian (casino) maupun iklan komersial lain yang tentunya membuat anda tidak nyaman saat hendak browsing maupun surfing.

Metode Penyebaran

Banyak cara yang coba dilakukan untuk menginfeksi komputer korban. Beberapa hal yang dilakukan yaitu sebagai berikut:


Infeksi pada crack/keygen yang ada pada situs-situs crack. Ini merupakan salah satu cara efektif yang dilakukan pembuat virus. Link-link atau pop-up untuk mendownload file, baik pada situs ataupun pada forum.

Teknologi drive by download yang digunakan untuk menginfeksi komputer anda. Harap berhati-hati saat anda mengakses web-web yang tidak dikenal.

Mengirim e-mail yang disertakan link ataupun attachment tertentu (SPAM). Perhatikan email anda dan jangan hiraukan email-email yang memiliki konten tidak jelas.

File sharing (terutama program executable) pada jaringan. Pada beberapa developer program aplikasi, memilki cara agar program dapat jalan pada jaringan perusahan adalah dengan digunakannya sharing file khususnya sharing full. Hal ini justru menyebabkan serangan virus baik Alman, Sality bahkan Virut dapat leluasa menginfeksi file. Virut menjadikan ini sebagai sasaran utama penyebaran pada perusahaan ataupun pada jaringan korporat.

Karena itu Vaksincom menghimbau kepada para pengembang software untuk memasukkan masalah sekuriti sebagai salah satu faktor yang penting dalam membangun software anda. Salah satunya adalah hindari penggunaan sharing FULL tanpa password karena akan memicu penyebaran virus dan akan mengakibatkan masalah pada aplikasi anda dan jaringan perusahaan yang menggunakan aplikasi anda.

Penggunaan removable drive seperti USB, Card Reader, dan media tulis lainnya. Bagi anda yang biasa menyimpan file executable harap di perhatikan dan di cek selalu untuk menghindari infeksi file pada komputer.
Disable Windows File Protection

Saat pertama kali dijalankan, W32/Virut.DG akan berusaha menginjeksi file Winlogon.exe pada proses system. Dengan menginjeksi file tersebut, virus telah men-disable Windows File Protection (System File Checker). Hal ini dilakukan dengan mengubah/patch file sfc.dll dan sfc_os.dll. Hal ini dilakukan agar mampu menginfeksi seluruh file system Windows dan mempermudah infeksi seluruh file executable (exe dan scr) pada komputer tersebut.

Infeksi File Executable dan File Web

Sama seperti halnya Sality dan Alman, Virut mampu menginfeksi file dalam hal ini file executable yang di infeksi adalah :

  • .EXE dengan type file “Application”
  • .SCR dengan type file “Screen Saver”

File executable yang telah terinfeksi virus akan bertambah sebesar 22 kb.

Selain menginfeksi file executable, virus juga menginfeksi beberapa file web atau HTML yaitu yang memiliki extention berikut :

  • .HTM
  • .ASP
  • .PHP

Dengan menyisipkan string link alamat server download virus sebelum tag penutup body.

Infeksi File Hosts dan Kontak ke Remote Server (IRC Server)


Untuk mempermudah aksinya mendownload sekumpulan malware dan tetap terkoneksi pada remote server, virus menambahkan script pada header host file. Hal yang sama dilakukan seperti saat menginfeksi file HTML (dengan menambahkan script pada file HTML).

Saat terkoneksi internet, virus melakukan kontak ke remote server/IRC (Internet Relay Chat) menggunakan port 65520. Beberapa IP yang digunakan yaitu :

  • 91.212.220.156:65520
  • 91.121.221.157:65520

Beberapa IP tersebut memiliki domain sebagai berikut :

  • dns2.zief.pl
  • nss2.ircgalaxy.pl
  • proxim.ircgalaxy.pl
  • proxima.ircgalaxy.pl
  • sys.zief.pl
  • gidromash.cn
  • core.ircgalaxy.pl
  • jl.chura.pl
Zombie Server (Download Server)

Setelah melakukan kontak, akan dilanjutkan dengan melakukan koneksi pada beberapa server zombie dengan berbagai port untuk mendownload sekumpulan malware. Beberapa IP tersebut diantaranya yaitu :

  • 211.95.79.170:80 (HTTP)
  • 65.54.82.160
  • 218.61.7.9
  • 64.4.20.174
  • 216.32.90.186
  • dll


  • 59.30.90.84:3128 (Proxy)
  • 77.93.21.45
  • 76.31.92.235
  • 123.236.125.64
  • 93.114.249.122
  • dll


  • 217.11.54.126:3954 (AD Replication RPC)
  • dll


  • 66.90.104.13:443 (HTTPS)
  • 211.95.79.170
  • 216.32.90.186
  • dll

Di salah satu server zombie tersebutlah , virus mendapatkan data IP atau komputer yang akan mendapatkan serangan SPAM.

(Bersambung ke bagian 2)



Penulis Adi Saputra, adalah analis antivirus di Vaksincom.

( wsh / wsh )