Tampilkan postingan dengan label Cracker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cracker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

Otak Manusia Bakal Jadi Incaran Cracker?

Senin, 18/01/2010 17:04 WIB

Otak Manusia Bakal Jadi Incaran Cracker?
Fransiska Ari Wahyu - detikinet

otak manusia (ist)

Jakarta - Raksasamikrochip Intel tertarik untuk ikut melakukan penelitian tentang teknologi pembaca pikiran yang memungkinkan manusia mengontrol berbagai aktivitas dengan pikiran. Namun, dikhawatirkan, seiring berkembangnya teknologi ini, nantinya otak manusia akan jadi sasaran para cracker.

"Jika kita dapat mengakses jaringan informasi global dengan kekuatan pikiran, ini akan membuka kesempatan baru bagi teknologicomputing," ujar Dean Pomerleau, peneliti Intel yang bekerja sama dengan para ilmuwan di Carnegie Mellon University untuk mempelajari pola otak.

Dengan menganalisa aktivitas otak dan aliran darah ketika orang tengah memikirkan suatu kata atau tindakan, para peneliti meneliti pola otak yang dapat dibaca komputer.

Dikutip detikINET dari Mercurynews, Senin (18/1/2010), sejumlah percobaan telah membuktikan keampuhan kekuatan pikiran dalam mengendalikan sejumlah aktivitas. Misalnya, orang lumpuh yang mampu mengganti channel TV, mengetik di komputer, mematikan lampu, hanya dengan teknologi pembaca pikiran.

Percobaan lainnya misalnya adalah headset yang memungkinkan orang mengendalikan video game dengan pikiran. Tak mau ketinggalan, Honda juga memamerkan sebuah robotyang dapat dikontrol dengan pikiran. Ada juga helm pembaca pikiran.

Seorang ahli syaraf di Mayo Clinic Florida menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan, suatu hari nanti otak manusia akan ditanami mikrochip seperti halnya ketika Intel membuatpersonal computer.

Sementara itu, Pomerleau menandaskan bahwa Intel tertarik untuk mengembangkan teknologi pembaca pikiran, tapi tidak berencana menanamkan chip dalam otak orang.

Namun, muncul kekhawatiran jika nantinya teknologi ini akan menjadi target serangan paracracker, sehingga sistem kerjanya menjadi kacau dan membahayakan otak. Ini didasarkan pada riset di tahun 2008 yang menemukan bahwa alat pacu jantung bisa di-hack, sehingga ditakutkan hal yang sama juga akan terjadi pada teknologi pembaca pikiran.

"Mengontrol mesin dengan pikiran memang berguna, tapi bagaimanapun juga setiap teknologi dapat digunakan untuk kebaikan dan kejahatan," ujar Anita Silvers dari San Francisco State University. ( faw / fyk )

Senin, 30 November 2009

Curi Puluhan Ribu Account Bank, CrackerDipenjara

Kamis, 19/11/2009 10:45 WIB

Curi Puluhan Ribu Account Bank, CrackerDipenjara
Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (ist)


Manchester
- Kejahatan cyber makin hari makin canggih. Para kriminal cyber di Inggris memanfaatkan virus trojan mutakhir dalam sebuah plot untuk mencuri dataaccount bank dari puluhan ribu pemakai komputer di seluruh dunia.

Melalui investigasi mendalam, unit cyber kepolisian Scotland Yard di Inggris berhasil membekuk pelakunya, yakni seorang pria dan seorang wanita muda. Komplotan mereka memakai virus bernama ZeuS atau Zbot untuk menginfeksi komputer dan men-downloaddata, termasuk account bank, password kartu kredit dan sebagainya.

Data yang diraup dari puluhan ribu korban di seluruh dunia, kemudian disimpan di server para cracker itu. Namun polisi belum tahu apakah mereka sudah berhasil mencuri uang dari account bank korban, atau apakah data tersebut juga dijual ke pihak ketiga.

Dua tersangka berkebangsaan Inggris itu ditahan di kota Manchester. Penahanan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan di benua Eropa terkait peperangan melawan kaum kriminal yang menggunakan virus ZeuS.

"Trojan Zeus sangat canggih dan telah digunakan di seluruh dunia untuk menginfeksi atau mengakses informasi personal. Potensi kerugian finansial yang terjadi bisa sangat besar," tukas Charlie McMurdie dari Scotland Yard.

Seperti biasa, untuk menghindari serangan seperti ini, user diharapkan terus meng-updateanti virus. Selain itu, disarankan agar tak membuka link atau attachments email yang mencurigakan. Demikian seperti dilansir SkyNews dan dikutip detikINET, Kamis (19/11/2009). ( fyk / faw )