Tampilkan postingan dengan label Indosat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indosat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

Indosat Uji 140 BTS Bertenaga Angin dan Matahari

Selasa, 09/02/2010 15:53 WIB

Indosat Uji 140 BTS Bertenaga Angin dan Matahari
Ardhi Suryadhi - detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta - Indosat mengaku kian serius dalam mengembangkan Base Transceiver Station (BTS) bertenaga alternatif. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 140 BTS yang digunakan operator itu yang memanfaatkan tiupan angin dan panas matahari.

Suwono, Division Head Technical Support Indosat mengatakan, kedua sumber daya alam tersebut -- angin dan matahari -- memiliki kekuatan yang tak terbatas. Sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan menjadi sumber tenaga di sel baterai tower telekomunikasi.

Hanya saja, tidak semua wilayah di Indonesia bisa mengadopsi teknologi BTS alternatif ini. Sebab, harus memiliki tiupan angin yang kencang dan panas matahari yang menyengat.

"Biasanya untuk tenaga angin kita manfaatkan di daerah pesisir, sedangkan untuk BTS tenaga matahari di wilayah yang terletak di dekat garis khatulistiwa," paparnya kepada detikINET, ketika ditemui di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Diakui Suwono, biaya untuk membangun BTS bertenaga alternatif sekitar Rp 1 miliar atau lebih mahal ketimbang BTS konvensional.

"Namun teknologi ini efektif dan hemat. Dalam uji coba ini kita ingin tahu reliability-nya dulu, kalau sukses maka bisa diperluas," pungkasnya.
( ash / faw )

Minggu, 16 Agustus 2009

Satelit Palapa D

Akhir Agustus, ISAT Luncurkan
Satelit Palapa D
Harry Sasongko, Direktur Utama Indosat saat meresmikan Gedung Satelit Palapa, di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (14/8)

JUMAT, 14 AGUSTUS 2009 | 11:20 WIB

PURWAKARTA, KOMPAS.com - PT Indosat Tbk (ISAT) akhir Agustus mendatang akan meluncurkan Satelit Palapa D, dari China. Satelit Palapa D merupakan pengganti satelit Palapa C yang masa operasionalnya akan berakhir pada tahun 2011 mendatang

"Rencananya akhir Agustus Satelit Palapa D akan diluncurkan di China. Tapi kepastian peluncuran tersebut masih tergantung kondisi cuaca," ujar Harry Sasongko, Direktur Indosat, saat peresmian Gedung Satelit Palapa D, di Jati Luhur, Jawa Barat, Jumat (14/8).

Harry menuturkan, peluncuran Satelit Palapa D merupakan wujud komitmen Indosat bagi pelanggan pengguna layanan satelit yang sebagian besar adalah broadcaster televisi, penyedia jasa VSAT, serta pelanggan korporat lainnya

Dijelaskannya lebih lanjut, satelit Palapa D nanti akan beroperasi di orbit 113 derajat Bujur Timur, yang mana sekarang ini masih ditempati Satelit Palapa C2. Sementara itu, Satelit Palapa C2 yang masih mempunyai masa aktif hingga dua tahun ke depan akan direlokasi ke orbit 150,5 derajat Bujur Timur yang mana sebelumnya ditempati Satelit Palapa C1.

Indosat telah menunjuk Thales Alenia Space France (TASF) sebagai mitra pengadaan dan peluncuran Satelit Palapa D. Satelit Palapa D akan memiliki kapasitas lebih luas dibanding satelit Palapa C2, yaitu 40 transporter yang terdiri dari 24 standar C-Band 11 ekstended C band serta 5 ku-Band.

Dari 40 transporder itu, sekitar 40 persen akan digunakan untuk kepentingan Indosat di dalam negeri, sedangkan sisanya akan disewakan ke pihak di luar Indosat baik dari dalam maupun luar negeri. Selain Indonesia, cakupan satelit yang akan diluncurkan akhir bulan ini, bisa mencakup Asia, India, Jepang sampai Australia.

PT Indosat Tbk harus menyediakan dana 220 juta dollar AS untuk peluncuran satelit Palapa D tersebut. Satelit tersebut dipesan dari Thales Alenia Space France dari Prancis.

Lebih lanjut Harry menerangkan, untuk mengawali peluncuran satelit Palapa D, ISAT meresmikan gedung satelit Palapa D. Gedung tersebut akan digunakan untuk mengendalikan dan mengawasi trafik satelit Palapa D.

"Gedung satelit Palapa ini seluas 25.00 meter persegi ini terdiri dari berbagai ruang pengendalian dan pengawas seperti ruang communication, ruang control satelit, dan ruang band Intermediate," jelas Harry.


RDI

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/08/14/11203318/akhir.agustus.isat.luncurkan.satelit.palapa.d.