Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Jepang Akan Kirim Robot Maido-kun ke Bulan

Jepang Akan Kirim Robot Maido-kun ke Bulan


VIVAnews - Amerika Serikat jadi negara pertama yang mengirimkan astronot ke Bulan. Kini giliran Jepang ingin mengukir sejarah, negara matahari terbit itu akan mengirim robot humanoid pertama ke Bulan pada 2015.

Saat ini sekelompok insinyur Jepang dari Astro-Technology SOHLA yang berbasis di Osaka, sedang membuat robot dua kaki yang didesain bisa berjalan di permukaan Bulan laiknya manusia.

Tak hanya itu, robot yang diberi nama Maido-kun nantinya akan mengemban tugas istimewa, dia akan menggambar bendera Jepang di permukaan Bulan.

"Kami memutuskan mengirim robot yang berbentuk manusia, karena ini lebih mengagumkan dan menggairahkan bagi kami," kata kepala proyek, Hido Sugimoto kepada Daily Yoimuri, seperti dimuat laman Space.com, Selasa 4 Mei 2010.

"Kami akan membuat robot yang menarik, yang bisa membawa impian kita ke alam semesta."

Tahun lalu, Astro Technology SOHLA berhasil membangun satelit yang dinamai Maido Ichigo. Nama robot, Maido-kun dipilih sebagai penghormatan atas satelit tersebut.

Robot Maido-kun diperkirakan akan memakan dana sekitar 1 triliun yen atau sekitar US$ 10,6 juta.

Pemerintah Jepang dan Badan Antariksa Jepang, JAXA saat ini sedang mempersiapkan pengiriman robot peneliti ke Bulan pada 2015, Astro-Technology SOHLA berharap robotnya bisa ikut ke Bulan.

Sebelumnya JAXA menentang pengiriman robot dua kaki ke Bulan, namun belakangan rencana itu berubah. Para ahli berpendapat robot beroda lebih sesuai dengan permukaan bulan yang berpasir. Robot dengan dua kaki diperkirakan tidak akan stabil berdiri.

Menurut Roger La-Brooy dari Royal Melbourne Institute of Technology Australia, merancang sebuah robot yang berjalan seimbang di atas dua kaki akan menjadi tantangan besar.

"Manusia saja relatif tak stabil, ketika merancang robot untuk menapak di dataran yang tak terduga, saya rasa tiga kaki lebih baik daripada dua," kata dia, seperti dimuat laman News Scientist.

Jika sampai jatuh, robot dua kaki akan sulit bangun.

****

Tak hanya Jepang yang akan menugaskan robot astronotnya. Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, juga akan mendapatkan awak baru di luar angkasa. Berupa robot yang menyerupai manusia.

Robot ini akan dikirim ke luar angkasa tahun ini. Astronot robot bernama Robonaut 2 atau R2 akan menjadi penghuni tetap stasiun luar angkasa internasional.

Astronot robot ini merupakan proyek kerjasama antara NASA dengan General Motors (GM)-- perusahaan mobil asal Amerika Serikat.

Spesifikasi R2 tak sembarangan. Dia harus bisa menjadi asisten dan bekerja bersama manusia, baik astronot di luar angkasa maupung pekerja GM di Bumi.


http://id.news.yahoo.com/viva/20100505/twl-jepang-akan-kirim-robot-maido-kun-ke-cfafc46.html

Jumat, 30 April 2010

UFO Itu Tiba-tiba Muncul di Sebelah Bulan

UFO Itu Tiba-tiba Muncul di Sebelah Bulan
Benda misterius itu terlihat pada pukul 22.30, maka dipastikan itu bukan penampakan Venus.
JUM'AT, 9 APRIL 2010, 11:42 WIB
Elin Yunita Kristanti
Foto benda diduga UFO dan bulan (Northernstar.com.au)

VIVAnews - Penampakan benda misterius diduga UFO makin sering dijumpai di langit Australia. Baru-baru ini UFO dikabarkan terlihat di langit wilayah Evans Head.

Seorang perempuan bernama Korrine Stewart bahkan mengabadikan benda itu dengan kameranya.

Dia bukan satu-satunya saksi. Stewart baru sadar dia telah melihat UFO setelah membaca berita penampakan UFO yang sama -- yang disaksikan dua pria warga Evans Head.

Dia lalu mengontak harian The Northern Star, yang memberitakan berita itu. Diceritakan Stewart, malam itu dia sedang memancing di Evans Head. Melihat cahaya bulan di malam hari, dia tergoda memotretnya.

Sekitar pukul 22.30 malam, tiba-tiba sebuah benda aneh terlihat muncul di sebelah Bulan.

Anehnya, Stewart mengaku hanya bisa melihat benda yang terlihat bulat ungu itu melalui kameranya.

Padahal, sebelumnya, Stewart mengaku memotret Bulan di kawasan Ballina, namun benda itu tak muncul.

Meski yakin tentang keberadaan UFO, Stewart tak yakin benda yang dipotretnya itu adalah UFO. "Waktu itu saya pikir hanya bayangan," kata dia, seperti dimuat laman Northernstar.com.au, Jumat 9 April 2010.

Penggila pesta di Nimbin juga melaporkan telah melihat penampakan benda aneh di angkasa Sabtu malam lalu.

Menurut Silvia Tribolet, dia melihat cahaya oranye, seperti api, yang kemudian dengan cepat berubah menjadi hijau sebelum akhirnya menghilang.

"Luar biasa cantik! Saya hanya melihatnya kurang dari satu detik. Bentuknya terlihat sepertiga dari Bulan," kata dia.

Tribolet mengaku tak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Saat itu dia mengira itu hanya sampah luar angkasa.

Berita penampakan UFO di langit Evans Head mengemuka ketika dua orang pria mengaku melihat cahaya aneh di angkasa Sabtu malam.

Karena benda itu terlihat pada pukul 22.30, maka dipastikan itu bukan penampakan Planet Venus.

Bagaimana pendapat astronom soal penampakan ini?

Menurut Astronom, Philip Hood, orang-orang sering melihat benda-benda aneh di langit -- yang tak bisa dijelaskan.

"Langit selalu memberi kejutan bahkan untuk para astronom," kata Hood.

"Banyak hal di langit yang tak bisa dijelaskan," lanjut dia.

• VIVAnews

Sabtu, 05 Desember 2009

25 Galon Air Muncrat dari Permukaan Bulan

Byur... 25 Galon Air Muncrat dari Permukaan Bulan
Satelit LCROSS saat melepas Centaur untuk ditabrakkan ke Bulan sebelum menabrakkan diri sendiri.
    SENIN, 16 NOVEMBER 2009 | 08:14 WIB

    LOS ANGELES, KOMPAS.com — Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan Bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.

    "Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan," ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut, Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa Bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.

    Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di Bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.

    Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang diluncurkan bersama dengan misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan, sedangkan LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.

    Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan Bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.

    Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air.


    WAH

    Editor: wah

    Sumber : AP

    http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/16/08140581/byur....25.galon.air.muncrat.dari.permukaan.bulan