Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2009

Robot Memegang Telur

Wuih... Tangan Robot Sudah Bisa Memegang Telur
Robot tangan yang diberi nama RAPHaEL ini bisa menggunakan satu aktuator dan bertenaga tekanan udara untuk melakukan gerakan halus.


RABU, 6 MEI 2009 | 05:51 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Selama ini robot identik dengan kaku, tapi tidak dengan robot RAPHaEL. Sentuhannya sangat halus, bahkan bisa memegang bohlam dan telur mentah tanpa memecahkannya.

RAPHaEL yang merupakan kependekan dari Robotic Air-Powered Hand with Elastic Ligaments itu memang bukan robot humanoid, bahkan sesuai namanya, ia hanya berupa tangan. Robot tersebut dibuat mahasiswa Laboratorium Robotika dan Mekanika Universitas Teknologi Virginia, AS.

Gerakan tangannya diatur tenaga angin yang dikeluarkan tangki berisi udara mampat bertekanan tinggi. Setiap jarinya terhubung ke alat pengatur yang dapat dikendalikan secara terpisah. Tekanan kecil akan menghasilkan gerakan jari yang lambat dan tekanan tinggi gerakan cepat dan kombinasinya mengatur kekuatan cengkeraman.

Namun, yang membuatnya unik karena pengaturannya tidak secara manual. Gerakan masing-masing jari telah diatur secara serempak menggunakan satu aktuator untuk mengatur gerakan semua jari secara serempak.

"Ini sangat menarik dan sangat bagus untuk menggerakkan jari-jari dengan cara sederhana, elegan, dan murah," ujar pembimbing laboratorium, Dennis Hong. Mekanisme tersebut memenangi penghargaan Kontes Inovasi Institut Kompresi Udara dan Gas tahun 2008-2009.

Menurut Hong, pada pengembangan berikutnya, mungkin dapat dibuat bahasa program untuk aplikasi yang mengatur gerakan tangan. Hal tersebut akan menambah canggih sistem tangan buatan bagi penderita cacat atau kebutuhan industri.


WAH
Sumber : National Geographic News

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/06/05511234/wuih....tangan.robot.sudah.bisa.memegang.telur

Kumbang "Cyborg"

Kumbang "Cyborg" Dikembangkan untuk Misi Berbahaya
SELASA, 14 JULI 2009 | 08:31 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Michel Maharbiz, asisten profesor di Universitas California, AS, berhasil menciptakan generasi baru kumbang cyborg yang setengah robot. Di seekor kumbang, ia mencangkokkan sistem penerima sinyal, pengontrol mikro, baterai mikro, dan enam elektroda yang semuanya tersambung ke otak dan ototnya.

Ini tercipta dengan mengintegrasikan teknologi informasi, mesin, dan kimia. Dengan muatan lebih ringan daripada sekeping koin picisan itu, kumbang ini dapat dikendalikan dengan menggunakan remote control.

Serangga cyborg ini suatu hari dapat membawa sensor atau peralatan lain untuk mencapai lokasi yang tidak dapat dijangkau manusia atau sebagai robot terestrial yang digunakan untuk misi search and rescue (SAR).

"Dalam seabad mendatang, saya bertaruh, mesin seperti ini akan ada di mana-mana, tetapi telah direkayasa secara lengkap," ujar Michel Maharbiz.(www.technologyreview.com/YUN)


Sumber : KOMPAS

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/14/08313838/kumbang.cyborg.dikembangkan.untuk.misi.berbahaya