Tampilkan postingan dengan label lidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lidah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Oktober 2009

Cara Lidah Merasakan Minuman Bersoda

Senin, 19/10/2009 13:08 WIB

Cara Lidah Merasakan Minuman Bersoda

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: sheknows)
San Diego, Saat mengonsumsi minuman bersoda, lidah kita akan merasakan sensasi tersendiri karena adanya gelembung-gelembung udara dari minuman itu yang masuk ke mulut. Bagaimana lidah bisa merasakan sensasi itu?

Seharusnya lidah manusia hanya bisa merasakan 5 jenis rasa saja yaitu rasa pahit, asam, manis, asin dan rasa lezat. Sedangkan jika kita mengonsumsi minuman bersoda seharusnya lidah tidak dapat merasakan sensasi gelembung-gelembung udara tersebut. Namun pada kenyataannya manusia bisa merasakannya.

Berdasarkan hasil yang dilaporkan dalam jurnal Science, peneliti mencoba memberikan penjelasan bagaimana lidah bisa merasakan karbondioksida yang diberikan dalam minuman berkarbonasi tersebut, ternyata didapatkan bahwa sensasi yang dirasakan oleh lidah bukan berasal dari gelembung karbonasi itu sendiri.

"Sensasi yang muncul tersebut berasal dari enzim yang dihasilkan pada sensor rasa asam di lidah dan berinteraksi dengan karbondioksida dari minuman," ujar seorang peneliti dari University of California, di San Diego dan National Institutes of Health, seperti dikutip dari Health24, Senin (19/10/2009).

Hasil ini berdasarkan dari penelitian yang dilakukan pada tikus, karena tikus memiliki rasa seperti manusia. Peneliti memberikan tikus tersebut air soda atau dengungan gas karbondioksida, lalu peneliti mencatat bagaimana lidah memberikan tanda sensasi tersebut ke otak. Didapatkan sensasi yang sama antara minuman bersoda dan dengungan gas tersebut.

Tapi ketika peeneliti menguji tikus yang telah dikembangbiakkan tanpa memiliki sensor rasa asam, maka otak tidak menerima sinyal sensor apapun. Dan setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa enzim itulah yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap sensasi yang ditimbulkan.

Selain itu, karbondioksida juga dapat menstimulasi sel somatosensory yang terdapat di mulut sehingga memberikan sensasi sentuhan tersendiri. Jadi munculnya rasa yang berbeda saat mengonsumsi minuman bersoda merupakan hasil dari kombinasi yang unik antar keduanya.

Kamis, 03 September 2009

Melihat Dari Lidah

Jumat, 04/09/2009 13:10 WIB

Alat Melihat Dari Lidah

untuk Tunanetra

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Medgadget)
Madrid, Selain untuk mengunyah, menelan, berbicara dan merasakan sesuatu, lidah ternyata punya fungsi lain, yakni melihat. Para peneliti di Spanyol berhasil mewujudkan hal tersebut untuk membantu orang-orang buta dan memiliki masalah penglihatan.

Para peneliti menyadari bahwa lidah mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan. "Lidah itu layaknya belalai gajah atau tentakel ubur-ubur. Meskipun struktur dan konfigurasinya berbeda, tapi diasumsikan memiliki fungsi yang serupa," ujar E. Fiona Bailey, seorang profesor dari
The University of Arizona, seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/9/2009).

Peneliti mengembangkan sebuah instrumen yang bisa membuat penggunanya melihat melalui lidah. Alat yang disebut Brain Port itu diletakkan dalam lidah orang buta, dan bekerja melalui sensasi atau rangsangan dari luar.

Alat yang berukuran lebih kecil dari materai atau perangko itu tersambung dengan kamera video digital. Melalui kamera itu, gambaran visual akan muncul dan dikonversi menjadi stimulasi tertentu pada lidah yang akan terasa seperti suatu getaran.

Ketika akan memasuki ruangan contohnya, Brain Port akan menghasilkan getaran di lidah yang menyerupai sebuah gerakan. Aimee Arnoldussen, seorang ahli neuron dari Wicab Inc., tempat dibuatnya alat tersebut mengatakan bahwa para ahli menggunakan lidah karena densitas sarafnya yang tinggi yang membuatnya menjadi sangat sensitif untuk merasakan sesuatu.

Bagian tubuh lainnya yang cukup sensitif adalah ujung jari, tapi jika ujung jari dijadikan alat untuk melihat, mereka tidak akan bisa menggapai benda atau melakukan hal lainnya menggunakan tangan.

"Meletakkan Brain Port di dalam mulut tidak perlu mengorbankan organ lain seperti tangan untuk berinteraksi atau melakukan sesuatu, jadi lebih mudah. Selain itu, letaknya yang tersembunyi di dalam mulut membuatnya tidak akan terlihat dan disadari orang lain," ujar Arnoldussen.

Hingga saat ini, alat yang dibuat di Spanyol itu masih dalam tahap pengembangan. Dalam kurun waktu satu tahun lagi rencananya alat tersebut dapat tersedia dan diharapkan bisa membantu mereka yang tidak bisa melihat atau memiliki gangguan penglihatan.