Tampilkan postingan dengan label Lumba-lumba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumba-lumba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Wah, Lumba-Lumba Ternyata Punya Empati

Wah, Lumba-Lumba Ternyata Punya Empati


Liputan6.com, Tokyo: Lumba-lumba dikenal sebagai mamalia laut yang sangat cerdas. Selain bisa merespons perkatan atau gerakan manusia, ternyata lumba-lumba juga memiliki empati. Hal itu dibuktikan dengan penelitian melalui rekaman video di sebuah akuarium di Jepang. Seperti diwartakan Kantor Berita NHK, Kamis (20/1), seeekor lumba-lumba terlihat sedang menjaga hewan lain yang berasal dari kolam yang sama.

Dalam rekaman, seekor lumba-lumba botol menggunakan mulutnya untuk menyenggol, tampaknya seperti membangunkan binatang lain yang telah tiada itu. Kemudian hewan yang bersahabat dengan manusia itu membawa hewan yang mati tadi dengan siripnya.

Hebatnya lagi, saat ada sebuah kapal mendekat, lumba-lumba langsung menutupi hewan yang mati itu dengan siripnya. Hal itu menunjukkan bahwa hewan pintar itu mencoba melindungi hewan lain tersebut. Seorang peneliti mengatakan, dua lumba-lumba yang berada di dalam kolam yang sama, kemungkinan telah membangun hubungan kuat.(DES/ANS)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20110121/twl-wah-lumba-lumba-ternyata-punya-empat-7dafc38.html

Minggu, 14 Maret 2010

Belajar Mengatasi Diabetes dari Lumba-lumba


lumba-lumba diabetes
California, Peneliti mencoba mempelajari bagaimana lumba-lumba mengatasi penyakit diabetesnya.

Dengan belajar dari mamalia ramah satu ini, obat diabetes baru pun bisa dikembangkan.

Peneliti menemukan bahwa lumba-lumba punya tipe penyakit diabetes yang sama dengan manusia dewasa. Tapi uniknya, lumba-lumba punya caranya sendiri untuk menonaktifkan atau mengaktifkan penyakitnya sendiri.

Penemuan ini bisa membuka jalan baru bagi peneliti untuk menyembuhkan penderita diabetes. Penyakit diabetes oleh lumba-lumba justru digunakan sebagai suatu cara untuk mengatasi kekurangan makan.

Meski penemuan ini sangat menarik, namun peneliti tidak berniat untuk memakai lumba-lumba sebagai bahan penelitiannya. Peneliti hanya akan mengambil sampel darah dan DNA lumba-lumba untuk dianalisis dan dikembangkan.

Diabetes terjadi ketika pankreas tidak bisa menghasilkan hormon insulin dalam jumlah yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.

Pada manusia, diabetes bisa memicu penyakit jantung tapi pada lumba-lumba justru digunakan untuk mengatasi rasa lapar.

Ketika sedang tidak ada makanan atau puasa, lumba-lumba membuat dirinya mengalami resistensi insulin yang membuat glukosa tidak dilepaskan dari darah dan akhirnya otak tetap mendapat suplai energi. Tapi ketika makanan tersedia, mereka mematikan keadaan resisten insulin dan akhirnya gula darah bisa dikontrol lagi.

Seperti dilansir Dailymail, Sabtu (20/2/2010), Dr Stephanie Venn Watson dari National Marine Mammal Association, San Diego, California percaya bahwa diabetes ternyata berevolusi dari makhluk hidup sebelumnya. Dengan mempelajari teknik yang digunakan lumba-lumba, penyakit diabetes bisa diatasi dengan cara baru.

(fah/ir)

Sumber: health.detik.com | 20/02/2010