Tampilkan postingan dengan label Lubang Hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lubang Hitam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Seram, Lubang Hitam Ini Melahap Bintang

Seram, Lubang Hitam Ini Melahap Bintang
Headline
IST
Oleh: Billy A. Banggawan
Teknologi - Jumat, 17 Juni 2011 | 21:01 WIB


INILAH.COM, Los Angeles – Astronom yang mengira berhasil memecahkan misteri kilatan tak biasa di galaksi jauh mengatakan, kilatan itu berasal dari lubang hitam masif yang melahap bintang. Seperti apa?

Energi luar biasa itu pertama kali dideteksi satelit Swift NASA pada 28 Maret lalu. Kemudian, keberadaan energi ini dipastikan pesawat luar angkasa dan teleskop di Bumi. Awalnya, beberapa ilmuwan mengira kilatan itu merupakan ledakan sinar Gamma dari bintang jatuh.

Namun, kilatan dari bintang jatuh biasanya hanya bertahan beberapa jam saja. Pada kilatan ini, kilatan tak menghilang melainkan terus mengilat berlanjut menjadi lebih terang dan memancarkan radiasi energi tinggi beberapa bulan kemudian.

Setelah meneliti data, ilmuwan menyimpulkan, bintang berukuran tak terduga seukuran matahari terhisap lubang hitam kuat. Saat lubang hitam menghisap bintang, terpancar sinar energi ke Bumi yang terekam teleskop. ‘Pesta bintang’ ini terjadi di jantung galaksi 3,8 miliar tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sekitar enam triliun mil).

“Jelas kejadian berbeda dari yang pernah kita lihat,” kata astronom Joshua Bloom di University of California, Barkeley yang mengklasifikasikan peristiwa langka ini.

Lubang hitam sendiri merupakan inti super padat berputar dari galaksi yang menghisap apa pun di sekitarnya.

Hingga kini, cara tumbuh besarnya masih menjadi misteri. Ilmuwan mengira, observasi terbaru ini bisa membantu memahami cara terbentuknya galaksi. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Science. [mor]

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1615222/seram-lubang-hitam-ini-melahap-bintang

Sabtu, 11 Desember 2010

Foto Alam Semesta di Lubang Hitam

Foto Alam Semesta di Lubang Hitam
Jumat, 10 Desember 2010 | 10:07 WIB
Alain Riazuelo/IAP/UPMC/CNRS
Citra hasil simulasi yang bakal terlihat di sekitar lubang hitam saat cahaya dibelokkan akibat tersedot gravitasi sangat kuat.

KOMPAS.com — Lubang hitam (black hole) hingga kini masih menjadi misteri alam semesta yang banyak diteliti para ilmuwan. Lubang hitam adalah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi dan massa jenis yang begitu besar. Gaya gravitasi yang besar mencegah apa pun lolos darinya, termasuk cahaya.

Bisa dibayangkan apa yang terlihat di sekitar lubang hitam saat apa saja tersedot ke dalamnya. Penasaran dengan hal tersebut Alain Riazuelo dari Institut d'Astrophysique de Paris pun melakukan simulasi dengan menggabungkan kumpulan citra antariksa. Hasilnya, sebuah gambaran tiga dimensi yang menakjubkan.

"Di dekat lubang hitam, Anda bisa melihat keseluruhan alam semesta. Cahaya dari berbagai arah akan dibiaskan dan kembali kepada anda," katanya seperti dilansir the Daily Mail, Kamis (9/12/2010).

Riazuelo menggunakan citra antariksa hasil tangkapan 2MASS Infrared Sky Survey dan mengolahnya ke dalam komputer. Lewat pencitraannya, Riazuelo menggambarkan dengan jelas pembiasan cahaya yang terjadi.

Menurutnya, kuatnya gaya gravitasi lubang hitam dan pembiasan cahaya yang terjadi menyebabkan terjadinya distorsi visual yang tak biasa. Setiap bintang dalam frame normal akan memiliki paling tidak 2 cahaya terang, satu di setiap sisi lubang hitam.

Pada gambar di atas, lingkaran berwarna biru pucat menunjukkan dua bayangan Small Magellanic Cloud. Sementara cincin berwarna magenta menunjukkan dua bayangan dari Alpha dan Beta Centauri. Cincin kuning menunjukkan dua bayangan dari Gamma Crucis.

Dua bayangan Calopus terdapat di bagian dalam lingkaran cincin berwarna putih. Adapun bayangan dari Sirrius terdapat di sebelah kiri lubang hitam dan berwarna coklat. Bintang paling terang yang terdapat di bagian bawah gambar adalah Achemar.

http://sains.kompas.com/read/2010/12/10/10071161/Foto.Alam.Semesta.di.Lubang.Hitam

dailymail.co.uk
Sumber :
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono

Sabtu, 19 Desember 2009

Ternyata Lubang Hitam Lebih Dekat Bumi

15/12/2009 - 20:14

Ternyata Lubang Hitam Lebih Dekat Bumi
Syamsudi Prasetyo

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Jarak lubang hitam ke bumi ternyata lebih dekat dari perkiraan awal. Lubang hitam di langit ini bisa menghisap benda angkasa termasuk bumi dan menghancurkannya.

Sebuah tim astronom ineternasional telah secara akurat mengukur jarak bumi ke lubang hitam untuk pertama kalinya. Tanpa menggantungkan pada model matematika, para astronom memperoleh hasil angka 7800 tahun cahaya, lebih dekat dari asumsi awal. Peneliti mendapatkan data dari emisi radio lubang hitam dan bintang mati di area tersebut.

Dengan tingkat kesalahan penelitian yang semakin kecil (kurang dari 6%), astronom telah mendapatka gambaran yang lebih jelas bagaimana lubang hitam berevolusi. Lebih jauh, jarak yang tepat dibutuhkan untuk mengukur putaran lubang hitam.

Jarak astronomis lebih mudah diukur dengan alat yang disebut parallax trigonometrik, di mana para astronom menggunakan pergeseran tahunan posisi bintang sebagai akibat orbit bumi mengelilingi matahari (parallax shift).

Peter Jonker dari Institut Riset Luar Angkasa Belanda SRON dan rekannya mengaplikasikan metode ini untuk pertama kalinya, sebagai pendekatan bagi lubang hitam dan bintang terkait, V404 Cygni dalam konstelasi Cygnus.

Lapisan paling luar bintang telah terkonsentrasi ke lubang hitam. Gas ini pertama kali mengakumulasi dalam bentuk lingkaran plasma di seputar lubang hitam sebelum kemudian lenyap masuk ke dalamnya, sebuah proses yang banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif.

Jonker dan koleganya dapat mengukur secara pasti pergeseran parallax dalam sistem biner kita menggunakan kombinasi teleskop tersebar di seluruh sisi bumi yakni High Sensitivity Array (HSA).

Peneliti percaya bahwa perhitungan sebelumnya jarak lubang hitam dengan bumi ada penyerapan dan penguraian debu antar bintang yang dapat memberikan derajat kesalahan sebesar 50%. Sedangkan tingkat kesalahan penelitian terbaru ini kurang dari 6%.

Dari hasil pengukuran juga menemukan bahwa lubang hitam terbentuk dari ledakan supernova dan kemudian lubang tersebut bergerak di angkasa luar. [ito]

http://inilah.com/berita/teknologi/2009/12/15/224621/ternyata-lubang-hitam-lebih-dekat-bumi/