Tampilkan postingan dengan label Kutub Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutub Utara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Kutub Utara Bergeser, Landasan Bandara Diubah

Kutub Utara Bergeser, Landasan Bandara Diubah
Landasan utama Bandara Tampa Florida ditutup sementara akibat pergeseran kutub magnet bumi
JUM'AT, 7 JANUARI 2011, 17:04 WIB
Indra Darmawan

VIVAnews - Pergeseran kutub magnet bumi akhir-akhir ini ternyata sangat mempengaruhi navigasi penerbangan.

Baru-baru ini, bandara internasional Tampa, Florida terpaksa harus menyesuaikan lintasan runway mereka, gara-gara terjadinya pergeseran kutub utara bumi.

Penyesuaian ini dilakukan agar informasi yang menjadi patokan bagi para pilot saat menerbangkan dan mendaratkan pesawat tidak salah dan berujung pada kecelakaan.

"Kutub magnet bumi bergeser, mereka secara konstan bergerak dan saat pilot menuju runway mereka menggunakan kompas sehingga kami musti menyesuaikan," kata Director of Operations Tampa International Airport, Robert Burr, seperti dikutip dari situs DailyMail.

Oleh karenanya, bandara Tampa Florida telah menutup lintasan runway utamanya hingga 13 Januari mendatang dan mengubah jalur taxi pesawat untuk pembenahan tersebut.

Jalur runway timur dan timur-barat juga akan ditutup akhir bulan ini untuk mengubah sinyal-sinyal agar sesuai dengan perubahan magnetik yang terjadi.

Magnetic makeover: Thanks to gradual shifting of the Earth's magnetic field, Tampa International Airport has to renumber its runway, with '19R' and '19L' taking over from '18R' and '18L' to reflect the magnetic shift

Kutub utara sendiri saat ini berada di Pulau Ellesmere, Kanada Utara, yang letaknya 3.500 mil dari bandara internasional Tampa. Perubahan medan magnet bumi yang dipicu oleh kondisi inti bumi menyebabkan kutub utara bergeser ke arah Rusia.

Pergeseran kutub ini merupakan pergeseran yang paling dramatis dalam abad ini. Kutub telah bergeser ke arah timur laut sekitar 9 mil per tahun pada 1904.

Namun, sejak 2007 kutub bumi bergeser lebih cepat, yakni ke arah Siberia setidaknya dengan kecepatan 35 mil per tahun.


• VIVAnews

Jumat, 24 Desember 2010

Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser

Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser
Medan magnet utara-selatan planet Bumi bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun.
KAMIS, 23 DESEMBER 2010, 16:55 WIB
Muhammad Firman

VIVAnews - Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.

Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.

Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.

“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.

Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.

Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.

Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.

Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.

Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia.

• VIVAnews