Tampilkan postingan dengan label Jerman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jerman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Jerman Era Hitler Bangun Armada 'UFO'?

Jerman Era Hitler Bangun Armada 'UFO'?
Diciptakan pesawat mirip piring terbang atau UFO untuk misi mengebom London dan New York.
KAMIS, 18 NOVEMBER 2010, 10:33 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Saat tentaranya mulai remuk di dua front terpisah, Salingrad dan Afrika Utara, Hitler yang frustasi mulai mengalihkan "kegilaannya" dengan memerintahkan para ilmuwan menciptakan senjata perang super.

Di antaranya, roket V2 dan jet tempur pertama yang sayangnya terlambat untuk menghentikan datangnya kekalahan.

Yang lainnya, sangat ambisius. Misalnya, ide membuat pesawat mirip piring terbang atau UFO untuk misi mengebom London, Inggris dan New York, Amerika Serikat.

Piring terbang tersebut diduga tak hanya sekedar gambar, melainkan sudah berbentuk prototipe dan sudah uji terbang. Insinyur proyek ini, Joseph Andreas Epp, mengatakan, sudah 15 prototipe dibangun.

Digambarkan dia, pesawat itu terdiri dari kokpit yang berada di tengah dan dikelilingi sayap berputar mirip baling-baling yang berbentuk lingkaran. Sayap ini memberikan daya angkat bagi pesawat itu.

Setelah lepas landas, baru roket dinyalakan.

Program di bawah komando perwira SS, Hans Kammler pada 1944 dikatakan telah membuat terobosan signifikan dalam percobaan anti-gravitasi. Demikian diungkap dalam majalah sains Jerman, PM.

Proyek ini awalnya disebut skema Schriever-Habermohl. Rudolf Schriever adalah seorang insinyur dan pilot penguji. Sementara Otto Habermohl adalah insinyur. Proyek ini berbasis di Praha antara 1941 dan 1943.

Majalah tersebut mengutip pengakuan orang-orang yang yakin menjadi saksi mata piring terbang ditandai dengan salib besi khas tentara Jerman terbang rendah di atas Thames pada 1944. Juga kesaksian beberapa tawanan sekutu yang melihat piring terbang keperakan terbang rendah di beberapa kesempatan.

"Ancaman serius juga mengarah ke Amerika," demikian ditulis dalam majalah PM, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 18 November 2010.

Di masa itu, media New York Times menulis berita tentang 'piring terbang misterius' dan mempublikasikan foto benda aneh yang melintas cepat di atas gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Majalah PM juga mengatakan, Jerman telah menghancurkan dokumen aktivitas mereka. Namun pada 1960 di Canada, ahli UFO berhasil menciptakan model tiruannya. Dan terbukti, benda itu bisa terbang.

Hal yang sama juga pernah diungkap Igor Witkowski, mantan jurnalis dan sejarahwan teknologi militer dan kedirgantaraan Polandia.

Dalam bukunya, 'Prawda O Wunderwaffe' pada tahun 2000, ia mengklaim bahwa Nazi telah menciptakan pesawat berbentuk lonceng. Setelah perang, ilmuwan Jerman banyak membantu program luar angkasa Amerika. (hs)

http://teknologi.vivanews.com/news/read/189303-jerman-era-hitler-bangun-armada--ufo--

Selasa, 19 Januari 2010

Perancis - Jerman Larang Internet Explorer

Perancis - Jerman Larang Internet Explorer

Perancis - Jerman Larang Internet Explorer

VIVAnews - Perancis telah mengikuti langkah yang diambil pemerintah Jerman yang mendorong pengguna internet untuk memakai browser Internet Explorer milik Microsoft.

Pelarangan berlaku sampai perusahaan tersebut membuat tambalan terhadap lubang keamanan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hacking terhadap sejumlah situs, termasuk Google.

Baik Jerman dan Perancis telah menginstruksikan pengguna internet di negerinya untuk menggunakan browser lain selain IE untuk memastikan keamanan komputer.

Certa, agen pemerintahan Perancis yang bergerak di bidang keamanan dunia maya telah mengeluarkang peringatan untuk tidak memakai seluruh versi IE. Langkah tersebut diambil hanya dalam hitungan hari setelah BSI, lembaga keamanan informasi Jerman menyebutkan bahwa Internet Explorer tidak aman.

Microsoft sendiri, seperti VIVAnews kutip dari Wall Street Journal, 19 Januari 2010, pekan lalu telah mengakui bahwa browsernya merupakan titik lemah dari serangan yang dilakukan hacker China terhadap Google dan sejumlah akun Gmail aktivis HAM di negeri tersebut.

Ketika itu Microsoft menyebutkan bahwa lubang keamanan yang ada bisa ditutup dengan mengubah setting keamanan pada Internet security zone ke opsi ‘High’.

http://id.news.yahoo.com/viva/20100119/ttc-perancis-jerman-larang-internet-expl-078ed6a.html

Minggu, 16 Agustus 2009

Kekuatan Jaring Laba-laba

Melipatgandakan Kekuatan Jaring Laba-laba
Laba-laba jenis Araneus yang dipakai Seung-Mo Lee dalam penelitiannya di Max Planck Institute.


SELASA, 28 APRIL 2009 | 12:12 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Jaring laba-laba terbukti lebih ringan dan lebih kuat daripada baja. Kekuatannya ternyata masih dapat dilipatgandakan dengan meyisipkan partikel-partikel logam tertentu.

Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute of Microstucture Physics di Halle, Jerman berhasil meningkatkan kekuatan jaring laba-laba hingga dua kali lipat. Satu helai jaring laba-laba yang telah direkayasa sanggup mengangkat beban seberat 27,5 gram.

Ia dan timnya menemukan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan menyisipkan partikel seng, titanium, atau aluminium. Lee juga tengah menguji coba pengaruh partikel logam lainnya.

Teknik tersebut disebut atomic layer deposition. Mereka tidak hanya melapisi bagian luar jaring laba-laba dengan partikel-partikel logam tersebut namun juga menyisipkan ion logam ke dalamnya sehingga bereaksi dengan struktur protein jaring laba-laba.

Ide tersebut terinspirasi penelitian yang menunjukkan bahwa bagain-bagain tubuh hewan yang keras ternyata mengandung unsur logam. Misalnya, rahang semut pemotong daun yang mengandung seng berkadar tinggi.

Kekuatan jaring laba-laba telah membuat takjub para ilmuwan sejak lama. Namun, untuk membuatnya dalam jumlah besar sulit dilakukan secara alami mengingat laba-laba yang hidup dalam pemeliharaan seringkali cenderung kanibal. Sebagai solusinya, para ilmuwan masih berupaya mencari cara alternatif meniru pembuatan jaring laba-laba artifisial.


WAH

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/28/12122585/melipatgandakan.kekuatan.jaring.laba-laba