Tampilkan postingan dengan label Jembatan Selat Sunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jembatan Selat Sunda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

Punya Pengalaman, Korsel Siap Bantu RI Bangun Jembatan Selat Sunda

Kamis, 19/05/2011 07:17 WIB
Punya Pengalaman, Korsel Siap Bantu RI Bangun Jembatan Selat Sunda
Ade Irawan - detikFinance

Nusa Dua - Pemerintah Korea Selatan menawarkan investasinya di Indonesia untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan proyek membangun Jembatan Selat Sunda.

Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian, Amir Sambodo menyampaikan, pemerintah Korea Selatan bersedia membantu Indonesia untuk proyek Jembatan Selat Sunda karena menganggap Korea Selatan mempunyai pengalaman dalam membangun jembatan antarpulau.

"Mereka (Korea Selatan) juga menawarkan itu karena memang mereka punya pengalaman membangun jembatan Seoul," katanya ketika berbincang dengan wartawan di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali, Rabu (18/5/2011).

Menurut Amir, kerja sama yang dibangun antara pemerintah Indonesia dan Korea sedang memasuki pengenalan. Namun, pihak Korea Selatan sudah memberikan tanda bahwa mereka tertarik untuk melakukan investasi di sini.

"Korea-Indonesia ini memasuki babak baru untuk mebangun infrastruktur yg besar karna memang mereka membuktikan statementnya tertarik," ujarnya.

Selain itu, tambah Amir, pemerintah Korea Selatan juga menawarkan jasa mereka untuk pembangunan ekonomi di bidang industri manufaktur. Ditambah pembicaraan untuk menarik investor Korea Selatan lain yang ingin masuk ke Indonesia.

"Mereka menawarkan tidak hanya pengembangan industri manufaktur infrastruktur, juga insentif apa saja yang bisa diberikan biar investor tertarik masuk ke Indonesia," jelasnya.

Jembatan Selat Sunda akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Jembatan yang akan menjadi salah satu terpanjang di dunia itu diperkirakan menelan investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah saat ini masih terus melakukan kajian untuk pembangunan jembatan tersebut.

(ade/qom)

http://www.detikfinance.com/read/2011/05/19/071741/1642096/4/punya-pengalaman-korsel-siap-bantu-ri-bangun-jembatan-selat-sunda?991101mainnews

Jumat, 15 April 2011

Jembatan Selat Sunda Bakal Didesain Tahan Gempa di Atas 9 SR

Jumat, 15/04/2011 19:14 WIB
Jembatan Selat Sunda Bakal Didesain Tahan Gempa di Atas 9 SR
Ramdhania El Hida - detikFinance


Jakarta
- Jembatan Selat Sunda (JSS) akan dibuat sebagai yang terpanjang di dunia. Jembatan itu juga harus didesain mampu tahan gempa hingga di atas 9 Skala Richter (SR) karena melewati gunung berapi dan patahan.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

"Terpanjang di dunia, teknologinya pasti sangat canggih karena di situ ada gunung berapi dan patahan jadi harus mampu tahan gempa pada skala di atas sembilan," jawab Hatta saat ditanya mengenai desain dari JSS.

JSS ini juga akan dijadikan sebagai ikon Indonesia, sehingga teknologi, desain semuanya harus dari Indonesia. "JSS intinya iconic Indonesia, oleh sebab itu kita bertekad untuk teknologinya, desainnya, BUMN, BUMD-nya, semua nasional, karena kita ingin iconic, icon Indonesia," urai Hatta.

Meski didesain dan dibuat oleh orang-orang Indonesia, namun menurut Hatta, dana pembangunannya bisa berasal dari luar negeri. Diakui Hatta, saat ini pemerintah belum mengetahui investor mana yang kira-kira bersedia mendanai pembangunan JSS.

"Kalau dananya boleh saja kita, dana itu mengalir sampai ke mana-mana, tapi kalau yang bangun itu putra putri Indonesia, desainnya harus putra putri Indonesia. Tahun 60 kita sudah bangun jembatan Semanggi, namanya Sutami dan Pak Luthfi," tambahnya.

Terkait pembangunan dan sejumlah proyek-proyek besar lainnya, Hatta mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk pengembangan kawasan strategis. Pekan depan pemerintah akan bertemu lagi untuk menuntaskan Perpres tersebut.

Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera diperkirakan menelan dana lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah mengharapkan ada swasta yang bisa mendanai proyek jembatan yang akan melintasi Selat Sunda itu.
(nia/qom)


Kamis, 02 Desember 2010

Angin, Ancaman Terbesar Jembatan Selat Sunda

Angin, Ancaman Terbesar Jembatan Selat Sunda
Bukan gempa yang menjadi ancaman terbesar jembatan selat Sunda, tetapi angin. Kenapa?
KAMIS, 2 DESEMBER 2010, 17:34 WIB
Nur Farida Ahniar

VIVAnews- Gempa bukan menjadi ancaman terbesar dari struktur bangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), namun justru kekuatan angin.

"Bagi jembatan selat Sunda yang paling berbahaya justru angin," ujar Direktur Utama PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung Prabowo kepada VIVAnews di Jakarta.

Sebab, selain berada di atas laut yang terbuka, posisi ketinggian JSS sekitar 80 meter di atas permukaan laut sehingga tekanan angin di kawasan ini cukup kencang.

Namun, dia menekankan jembatan akan didesain untuk mengatasi ancaman tersebut. Di bawah landasan JSS diberi lubang-lubang untuk memberi sirkulasi angin.

Menurut perhitungan Bangungraha, JSS sanggup menahan kekuatan angin 24 kilometer per jam. Namun kekuatan angin di Selat Sunda tidak sampai sebesar itu. "Artinya jembatan bisa tahan terhadap angin," ujar dia.

Ia mencontohkan jembatan Tacoma di Amerika Serikat yang kena angin sedikit akan bergoyang. Diharapkan JSS tidak seperti itu. Untuk itu di bawah landasan atau penyangga diberi lubang.

Metode ini juga dipakai oleh jembatan Xihoumen di China dan J. Messina di Italia.

Rencananya pembangunan jembatan ini akan menggunakan teknologi generasi ketiga dengan karakteristik pilon yang relatif fleksibel dan dek jembatan yang bentuknya aeorodinamis. Ketebalan landasan jembatan diperkirakan 5 meter sehingga lebih ringan dibanding generasi pertama setebal 15 meter. (hs)

• VIVAnews