Tampilkan postingan dengan label Jalan Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Raya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 November 2010

Jalan Raya Kini Bisa Serap Polusi Udara

Jalan Raya Kini Bisa Serap Polusi Udara
Beton berlapis titanium dioksida dapat menghilangkan nitrogen oksida di udara.
MINGGU, 15 AGUSTUS 2010, 09:03 WIB
Muhammad Firman

VIVAnews - Sejumlah ilmuwan di Eindhoven University of Technology, Belanda tengah mengembangkan beton berlapis titanium dioksida yang dapat menghilangkan nitrogen oksida yang ada di udara.

Nitrogen oksida adalah hasil keluaran dari bensin yang dibakar pada temperatur tinggi, yang terjadi di mesin kendaraan otomotif. Oksida ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, misalnya sesak nafas.

Selain itu, nitrogen oksida juga bertanggungjawab atas masalah lingkungan lainnya, termasuk asap kabut serta kerusakan ozon.

Seperti dikutip dari BrightSideofNews, 15 Agustus 2010, material yang digunakan pada jalanan beton menggunakan sinar matahari untuk mengkonversi nitrogen oksida ke bentuk nitrat yang membersihkan udara.

Titanium dioksida, yang sering ditemukan pada cat, adalah bahan kimia yang mampu membersihkan diri sendiri yang akan merusak algae dan debu, membuat permukaan jalan tetap bersih sambil udara dibersihkan.

Setelah beberapa kali berhasil diujicoba di laboratorium, material itu telah digunakan melapisi sebagian ruas jalan di Hengelo, Belanda. Sebagian jalan dengan luas serupa dibiarkan menggunakan beton biasa, dan kemudian sampel udara di sekitarnya diambil.

Peralatan uji coba membuktikan material baru yang ditemukan tersebut memang membersihkan udara.

Yang menarik, material baru itu juga bisa digabungkan dengan aspal, jika jalan itu tak memakai beton. Tentu biayanya lebih mahal dibandingkan tidak dilapisi material pembersih udara.

Dalam upaya serupa menemukan material yang antipolusi, peneliti asal China mengembangkan polimer berteknologi nano.

Meski pencarian teknologi mengurangi, atau menghilangkan kotoran dari udara terus dilakukan, kita tetap harus mencari cara mengurangi atau menghilangkan sumber polusi.

• VIVAnews

Senin, 12 Juli 2010

Audi R8 e-Tron Mulai Cicipi Jalan Raya

Kamis, 10/06/2010 16:11 WIB

Audi R8 e-Tron Mulai Cicipi Jalan Raya

Bagja Pratama - detikOto
Gambar
Audi e-Tron (Autocar)



Jakarta
- Meskipun baru akan diproduksi mulai tahun 2012, namun supercar bertenaga listrik All Wheel Drive Audi R8 e-Tron sudah terlihat mulai mencicipi jalan raya di Jerman.

Versi prototipe R8 e-Tron ini sedang menjalani pengujian di jalan umum untuk pertama kalinya, dengan desain yang tidak berubah seperti yang dipajang di Frankfurt Motor Show tahun lalu.

Seperti dilansir Autocar, Kamis (10/6/2010) dengan panjang 4.260 mm, lebar 1.900 mm dan tinggi 1.230 mm, R8 e-Tron ini 170mm lebih pendek, 5mm lebih sempit dan sedikit lebih tinggi dari R8 versi mesin V8.

Juga sama seperti desain konsepnya, Audi R8 e-Tron ini tidak memiliki kaca belakang, yang digunakan untuk menyimpan baterai lithium ion 53kWh bersama dengan paket elektronik dan converter dengan berat 470kg.

All wheel drive R8 e-Tron didorong oleh empat motor listrik independen, dua dipasang di as roda depan dan dua lainnya dalam poros roda belakang, masing-masing menghasilkan 78bhp dan torsi 830 lb-ft.

Setiap motor dikawinkan dengan gearbox single speed dan sistem pendinginan eksternal melalui sistem pendingin udara.

Dengan daya tampung dua tempat duduk, tenaga total 313bhp dengan torsi 3.319 lb-ft yang sangat besar di semua roda, R8 e-Tron ini bisa menempuh jarak sekitar 247 km.

Audi juga mengklaim, akselerasi R8 e-Tron hanya terpaut 0,2 detik saja dari R8 versi mesin V8, yakni 0-100 km per jam hanya ditempuh dalam waktu 4,8 detik.

Sementara untuk kecepatan maksimalnya, dibatasi secara elektronik sampai pada 200 km per jam, untuk melindungi kelancaran proses pengisian baterai listriknya.

Rencananya, Audi hanya akan memproduksi R8 e-Tron secara khusus dalam jumlah terbatas hanya 1.000 unit, dengan estimasi harga jual yang bakal menyaingi Lotus Elise dan Telsa roadster pada kisaran 80 ribu Euro. ( bgj / ddn )