Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Gadget Pendeteksi Sniper Besutan Inggris

Gadget Pendeteksi Sniper Besutan Inggris
Alat ini mampu mendeteksi keberadaan penembak jitu dari jarak 900 m.
SENIN, 3 JANUARI 2011, 11:56 WIB
Indra Darmawan

VIVAnews - Inggris saat ini tengah menguji sebuah senjata revolusioner yang dapat melacak lokasi penembak jitu pasukan musuh dengan cepat dan akurat dari jarak 1.000 yards atau sekitar 900 m.

Seperti dikutip dari DailyMail, perangkat kecil ini sudah dikembangkan oleh ilmuwan yang bekerja pada lab rahasia Defence Science and Technology Laboratory di Wiltshire, Inggris.

Perangkat bernama Boomerang Warrior-X itu mampu mendeteksi lokasi penembak jitu dengan cepat, sehingga pasukan Inggris akan bisa menyerang balik penembak jitu tadi.

Detektor ini menggunakan teknologi pemrosesan akustik yang canggih untuk mengevaluasi posisi musuh dengan menentukan koordinat target pada sebuah sebuah layar kecil sebagai indikatornya.

Warrior-X yang dilengkapi dengan prosesor yang memiliki detektor paling canggih di pasaran. Detektor itu telah juga dimodifikasi oleh ilmuwan militer AS untuk digunakan di Irak.

Saat musuh menembak, maka sistem akustik akan mengetahui arah tembakan musuh, dan display alat itu akan menunjukkan indikator panah yang memperlihatkan lokasi musuh.

Teknologi ini juga menggunakan sebuah software yang mampu menyediakan update secara berkala atas lokasi musuh, bahkan saat musuh sudah bergerak karena merasa tersudut.

Page 48 graphic

Tak hanya itu, Warrior-X juga bisa terhubung dengan sistem senjata Joint Tactical Air Controllers untuk memberikan lokasi musuh yang tepat kepada pilot pesawat tempur yang hendak melakukan serangan udara.

Senjata yang secara resmi dikenal dengan nama Compact Soldier Worn Shooter-Detector System itu, tiap unitnya dijual seharga 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp 140 juta.

Pasukan Inggris telah memesan 1.000 unit Warrior-X untuk digunakan di Provinsi Helmand Afganistan. Bila alat in terbukti membantu, Inggris akan melengkapi lebih banyak lagi pasukannya dengan gadget ini.

"Alat ini sedikit banyak bisa membantu pasukan untuk lebih menjaga keselamatan mereka. Model awal yang lebih besar dari alat ini telah digunakan oleh pasukan AS di Irak, juga di Afganistan. Namun, ini pertama bagi Inggris dan bisa dipandang sebagai alat yang revolusioner," ujar sumber senior militer Inggris.

• VIVAnews

http://teknologi.vivanews.com/news/read/197177-gadget-pendeteksi-sniper-besutan-inggris

Minggu, 14 November 2010

Google: Alamat Internet di Inggris Habis 2012

Google: Alamat Internet di Inggris Habis 2012
“Secara teori, menggunakan IPv6, kita tidak akan kehabisan alamat internet.”
SENIN, 15 NOVEMBER 2010, 07:20 WIB
Muhammad Firman

VIVAnews - Vint Cerf, Vice President Google, menyebutkan bahwa Inggris akan kehabisan alamat internet di tahun 2012 mendatang.

Cerf, yang membantu mendesain internet seperti yang kita kenal saat ini ketika menjadi peneliti di Stanford University, AS, menyatakan, sebagian alamat IP (internet protocol) yang tersisa akan dialokasikan dalam waktu dekat. Artinya, alamat-alamat tersebut akan habis digunakan di sekitar tahun 2012.

Prediksi akan habisnya alamat IPv4 yang saat ini masih digunakan diutarakan Cerf saat ia menjadi pembicara di peluncuran 6UK di Inggris. Sebagai informasi, 6UK merupakan kelompok yang mempromosikan penggunaan sistem pengalamatan internet baru yang dikenal dengan IPv6.

Menurut Cerf, IPv6 mampu menampung 340 triliun triliun triliun alamat internet dibandingkan dengan maksimal 4,3 miliar alamat internet yang dimungkinkan saat menggunakan teknologi IPv4.

“Secara teori, menggunakan IPv6, kita tidak akan kehabisan alamat internet,” kata Cerf, seperti dikutip dari Guardian, 15 November 2010.

Cerf menyebutkan, hal tersebut perlu dibicarakan dengan pengguna internet di seluruh dunia. “Jika Inggris tidak mengimplementasikan IPv6, maka kita tidak bisa berhubungan dengan kawasan dunia lain yang menggunakan IPv6,” ucapnya.

Bila itu terjadi, kata Cerf, ini merupakan hal yang sangat memalukan karena Inggris memegang peranan penting dalam perkembangan internet.

Ironisnya, menurut Nigel Titley, Ketua organisasi 6UK, saat ini belum satupun situs pemerintahan di Inggris mendukung teknologi IPv6.

Di saat yang sama, pemerintah negara-negara lain seperti Australia, Kanada, China, Jerman, Finlandia, Perancis, India, Jepang, Belanda, Luxemburg, Polandia, Swedia, dan Amerika Serikat sudah bergerak lebih cepat dalam mengimplementasikan IPv6.

• VIVAnews

Sabtu, 07 Agustus 2010

Inggris pernah serius tanggapi ancaman UFO

Inggris pernah serius tanggapi ancaman UFO

UFO?

Pada tahun 1950an UFO dianggap sebagai ancaman besar oleh Inggris

Dokumen-dokumen di Arsip Nasional nggris yang diterbitkan untuk umum hari ini mengungkapkan pemerintah Inggris pernah menanggapi ancaman dari benda-benda tak dikenal, UFO, secara sangat serius pada masa 1950-an.

Paling tidak, berdasarkan dokumen itu, pemerintah sampai menggelar pertemuan para pakar intelijen senior untuk membicarakan masalah tersebut.

Dokumen yang disimpan di Arsip Nasional Inggris itu kini bisa dilihat umum di internet, antara lain mencakup ratusan laporan mengenai orang-orang yang mengaku pernah melihat UFO.

Lembaga yang mendapat banyak laporan tentang penampakan UFOitu adalah Komite Intelejen Bersama, yang sebenarnya bertugas memberi pengarahan kepada pemerintah mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan keamanan, pertahanan dan masalah luar negeri.

Namun pada tahun 1957, komite itu setiap minggunya menerima rata-rata satu laporan tentang orang yang melihat UFO.

Walau sebagian besar penglihatan itu bisa dijelaskan, survey intelijen komite menyebutkan ada juga yang masih merupakan misteri.

Churchill khawatir

Sebelum akhir perang dingin sekitar 200 penyelidikan dilakukan setiap tahun

David Clarke

Dokumen lain menunjukkan adanya peningkatan jumlah orang yang melaporkan kepada pemerintah mengenai hal yang mereka anggap sebagai UFO.

Hal itu memang sesuai dengan pengamatan Dr David Clarke -yang menulis buku tenang UFO- walau di kalangan militer justru menurun.

"Pada tahun 1990-an minat masyarakat meningkat tajam, namun minat militer justru menurun. Pesawat-pesawat tidak lagi berusaha melakukan penyelidikan."

"Sebelum akhir perang dingin sekitar 200 penyelidikan dilakukan setiap tahun. Namun sebagian besar hanya merupakan tanggapan atas pesawat Rusia yang tampak di kawasan Atlantik utara,." katanya menambahkan.

Dokumen milik Arsip Nasiolnal Inggris itu juga mencakup laporan mengenai pertemuan pada masa perang yang dihadiri perdana menteri Inggris waktu itu, Winston Churchill.

Dalam pertemuan itu Churchill dilaporkan sangat khawatir mengenai laporan tentang sebuah pesawat pembom angkatan udara Inggris yang bertemu UFO .

Ia kemudian memerintahkan agar laporan itu dirahasiakan setidaknya selama 50 tahun untuk mencegah kepanikan massal.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2010/08/100805_ufoinggris.shtml