Tampilkan postingan dengan label Hujan Meteor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan Meteor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Hari Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid

Hari Ini Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid
Tri Wahono | Jumat, 6 Mei 2011 | 18:47 WIB

STELLARIUM
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com — Fenomena langit malam tiada habisnya. Apalagi yang namanya hujan meteor. Hampir setiap musim ada momen-momen yang sayang dilewatkan. Malam ini diperkirakan menjadi waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Eta Aquarid.


"Dengan kondisi ideal, 30 sampai 60 meteor yang sangat cepat ini bisa dilihat setiap jam," kata Joe Rao, kolumnis pengamat langit di Space.com, Kamis (5/5/2011). Menurut dia, tahun ini merupakan pengamatan hujan meteor Eta Aquarid yang sempurna karena tidak ada gangguan cahaya bulan yang tengah memasuki fase bulan baru.Peristiwa tahunan itu kali ini diperkirakan akan mencapai puncaknya, Jumat (6/5/2011) ini. Eta Aquarid merupakan hujan meteor yang berasal dari debu dan pecahan-pecahan komet Halley. Bumi melintasi orbit Halley dua kali setahun, tiap Mei dan Oktober. Kali ini Bumi akan kembali melintasi orbit komet tersebut sehingga meteor-meteor yang terbakar di atmosfer Bumi bisa diamati sejak 28 April hingga 21 Mei 2011.

Hujan meteor Eta Aquarid dapat diamati dekat rasi Aquarius. Meteor-meteor yang terbakar bakal muncul secara radial dari bagian atas rasi tersebut. Untuk pengamat di Indonesia, rasi Aquarius pada Sabtu (7/5/2011) akan terbit mulai pukul 2.00 dini hari tepat di arah timur dan akan terus bergerak semu ke atas sampai Matahari terbit.

Menunggu meteor muncul mungkin membutuhkan konsentrasi penuh meskipun santai. Namun, pengalaman melihat satu saja meteor melintas bakal mengejutkan. Dan, jangan khawatir, setelah menunggu meteor-meteor lewat, Anda juga dapat menyaksikan pemandangan yang tidak kalah menarik. Mulai sekitar pukul 04.00, enam planet akan berjajar di arah timur. Masing-masing dari bawah Mars, Yupiter, Merkurius, Venus, Uranus, dan Neptunus.

Sumber : SPACE.COM

http://sains.kompas.com/read/2011/05/06/18470519/Hari.Ini.Puncak.Hujan.Meteor.Eta.Aquarid

Jumat, 13 Agustus 2010

Hujan Meteor dan Tiga Planet Bermunculan

Hujan Meteor dan Tiga Planet Bermunculan
Selain hujan meteor Perseid, planet Venus, Mars, dan Saturnus juga akan menampakkan diri.
JUM'AT, 13 AGUSTUS 2010, 08:54 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews - Jelang akhir pekan ini para warga di muka bumi disuguhkan tontonan menarik di langit. Di beberapa tempat, hujan meteor Perseid sudah muncul. Selain itu, bakal muncul pula sejumlah planet yang bisa disaksikan dengan mata telanjang di malam hari.

Menurut laman Space.com, warga yang berada di Kawasan Utara Bumi bisa menyaksikan hujan meteor Perseid pada Kamis malam waktu setempat (Jumat dini hari atau pagi WIB) hingga Jumat pagi (siang WIB). Bila tidak dihalangi awan, hujan meteor bisa disaksikan langsung setiap menit.

Selain awan, benda langit yang bisa mengganggu pemandangan hujan meteor itu adalah cahaya bulan purnama. Namun, kali ini, bulan itu tidak akan mengganggu.

Para astronom dan pengamat benda-benda angkasa di mancanegara berharap hujan meteor Perseid bisa menampilkan yang terbaik dan sesekali dapat menghadirkan letupan sinar. Menurut kalangann astronom, beberapa bola api dan ledakan meteor - yang disebut bolide - bisa terlihat jelas.

"Pada Sabtu malam [waktu AS], satu bolde bisa terlihat," kata Steve Lieber, anggota suatu komunitas astronomi di Long Island. "Tampilannya bakal seperti kilatan sinar dan diikuti oleh ekornya selama sekitar 15 atau 20 detik," lanjut Lieber.

"Tampaknya tahun ini makin sering terjadi pemandangan meteor. Semoga tampilan hujan meteor itu sangat jelas," kata kolumnis Space.com, Joe Rao.

Sementara itu, planet Venus, Mars, dan Saturnus juga akan menampakkan diri. Tiga planet itu diperkirakan mulai terlihat sekitar Kamis malam atau Jumat disertai dengan kemunculan bulan sabit.

Mereka yang beruntung bisa melihat keempat benda angkasa itu dengan jelas di horison bagian barat begitu malam tiba. Selain itu, Jupiter akan terlihat seperti batu permata yang indah di langit bagian selatan. (umi)

http://dunia.vivanews.com/news/read/170798-hujan-meteor-dan-tiga-planet-bermunculan

Sabtu, 24 April 2010

Hujan Meteor Lyrids Berhasil Direkam

Hujan Meteor Lyrids Berhasil Direkam

Yana Mulyana
24/04/2010 11:22
Liputan6.com, Sumedang: Saat ini bumi sedang dihujani ribuan meteor yang berasal dari rasi bintang Lyra di arah timur laut Tanah Air. Meteor Lyrids, misalnya. Sejumlah pengamat dari Stasiun Pengamat Dirgantara Lapan di Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, pun berhasil mengabadikan empat meteor Lyrids, Sabtu (24/4) dini hari.

Hujan meteor yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 hingga 30 meteor per jam ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang karena terhalang awan. Pengamat pun harus memakai lensa optik dan gelombang radio pengamat bintang untuk memantaunya.

Meteor Lyrids adalah pecahan dari komet Tratcher yang mengorbit di matahari selama 415 tahun. Pecahan komet ini kemudian jatuh dari rasi Lyra yang berada di arah timur laut Indonesia. Walau menghantam bumi dalam jumlah besar, meteor ini tidak memiliki dampak langsung terhadap kehidupan alam dan isinya lantaran langsung terbakar habis saat memasuki atmosfer.(ASW/ANS)

Rabu, 21 Oktober 2009

Saksikan Hujan Meteor Malam Ini

Saksikan Hujan Meteor Malam Ini
RABU, 21 OKTOBER 2009 | 13:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bila tidak mendung, langit malam ini akan berhias cahaya yang berasal dari hujan meteor Orionid. Pertunjukan alam tersebut akan tampak jelas menjelang Matahari terbit.

Adapun hujan meteor tahunan Orionid tercipta saat Bumi melintasi jalur yang dilalui Komet Halley. Di jalur itu terdapat serpihan-serpihan material komet yang berpijar dan tampak seperti hujan cahaya ketika masuk atmosfer Bumi. Sebagian material yang tersisa berukuran sebesar kacang, meski kebanyakan sebesar butir pasir.

"Butiran debu komet yang bertabrakan dengan atmosfer akan memberikan lusinan hujan meteor tiap jam," ujar Bill Coke dari pusat penelitian meteorid NASA, Selasa (20/10).

Namun begitu, masyarakat yang tinggal di kota akan melihat sedikit saja meteor karena cahaya "bintang-bintang jatuh" itu kalah oleh cahaya lampu kota. Lokasi terbaik menyaksikan hujan meteor adalah di daerah yang tidak terpolusi cahaya dengan cuaca cerah.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang subuh. Saat itulah sisi Bumi tempat kita berpijak berada tepat pada jalur orbit sehingga material di langit akan "tertangkap" atmosfer kita. Walau demikian, beberapa meteor mungkin tampak menjelang tengah malam.

Hujan meteor Orionid yang menjadi latar depan gugus bintang Orion, termasuk yang paling indah menghias langit malam. "Sejak 2006, Orionid menjadi tontonan menakjubkan dengan 60 atau lebih meteor tiap jam," kata Cooke.

Editor: wsn
Sumber : SPACE.COM

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/21/13375592/Saksikan.Hujan.Meteor.Malam.Ini