Tampilkan postingan dengan label GPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GPS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

Andalkan GPS, Pasangan Turis Nyasar 650 Kilometer

Kamis, 30/07/2009 08:45 WIB

Andalkan GPS, Pasangan Turis Nyasar 650 Kilometer
Fino Yurio Kristo - detikinet

Kepulauan Capri (Telegraph)

Jakarta - Gara-gara terlalu percaya diri mengandalkan alat navigasi GPS, dua orang turis mengalami nasib sial. Tak tanggung-tanggung, mereka nyasar sejauh 650 km dari tempat yang mereka tuju. Waduh!

Dua turis yang tidak diungkapkan identitasnya itu semula ingin menikmati keindahan pantai di pulau Capri yang ada di Italia. Akan tetapi rupanya, mereka salah mengetik
nama tempat menjadi Carpi di perangkat navigasi.

Terang saja, perangkat satelit yang mereka pakai menuruti permintaan tersebut dan memandu mereka ke wilayah Carpi. Padahal, Capri dan Carpi adalah dua wilayah yang amat berbeda di Italia.

"Kejadian seperti ini baru terjadi. Mereka terkejut namun tidak marah. Mereka pun langsung masuk ke mobil dan berbalik arah," tukas Giovanni Medici, juru bicara pemerintah daerah Carpi.

Ya, dua turis yang sedang sial itu baru menyadari kesalahan setelah bertanya pada pemandu wisata di Carpi. Mungkin mereka bingung harus marah pada diri sendiri, perangkat GPS atau pada rakyat Italia yang memberi nama amat mirip pada 2 tempat yang sangat berbeda.

Kepulauan Capri memang dikenal sebagai tujuan liburan yang terkenal di selatan Italia. Sedangkan Carpi, meski juga ada di Italia, adalah sebuah kota industri yang berada amat jauh dari Capri. ( fyk / faw )

Badai Matahari Bikin GPS Ngawur

Selasa, 09/02/2010 15:00 WIB

Badai Matahari Bikin GPS Ngawur
Ardhi Suryadhi - detikinet

ilustrasi (ist)

Jakarta - Global Positioning System (GPS) sejatinya digunakan untuk membantu user dalam menentukan arah dan lokasi yang dituju. Namun ketika badai matahari melanda, sebaiknya jangan gunakan alat ini. Sebab, arah yang direkomendasikan malah bisa ngawur.

Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN menjelaskan, GPS bekerja dengan mentransmisikan gelombang radio dari satelit ke penerima di bumi, pesawat udara, dan satelit lain. Sinyal radio ini digunakan untuk menghitung posisi dengan sangat akurat.

"Namun karena badai matahari kinerja GPS menjadi tidak akurat, karena terkena imbas badai matahari yang mengakibatkan gangguan jaringan satelit dan kelistrikan," ujarnya, ketika berbicara di sebuah seminar yang digelar di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Kesalahan dalam menentukan posisi ini, lanjut Clara, terjadi karena sinyal tersebut dipantulkan dan diperlambat oleh kondisi ionosfer yang terganggu.

"Demikian juga penerima, akan kehilangan sinyal GPS bila sinyal tersebut melalui gangguan ionosfer," imbuhnya.

Sekitar tahun 2012-2013, tingkat aktivitas matahari diperkirakan mencapai puncaknya sehingga memicu terjadinya cuaca ekstrem. Ini merupakan siklus matahari yang biasa terjadi rata-rata 11 tahun sekali.
( ash / faw )