Tampilkan postingan dengan label Cloud Computing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cloud Computing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Cloud Computing Ibarat Penggunaan Air & Listrik

Kamis, 24/11/2011 14:11 WIB 
Cloud Computing Ibarat Penggunaan Air & Listrik 
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Layanan cloud computing dinilai menyerupai layanan listrik dan air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Dimana untuk mendapatkan layanan listrik, kita tidak perlu membeli genset, membangun instalasi di rumah, dan membeli peralatan lain. 
Menurut Ary Setijadi Prihatmanto, Manager di Microsoft Innovation Center Institut Teknologi Bandung (MIC-ITB), analogi tersebut dipakai karena untuk mengadopsi layanan komputasi awan, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli perangkat keras maupun perangkat lunak. Perangkat ini sudah disediakan oleh provider sesuai kebutuhan pelanggan. 

Jadi mirip-mirip dengan layanan air dan listrik. Kita cukup berlangganan kepada PLN secara bulanan dan membayar sesuai kebutuhan dan penggunaan listrik. 

Begitu juga dengan layanan air bersih. Kita tidak perlu membuat sumur, membeli mesin pompa, hingga pipa jaringan untuk mendapatkan air bersih. Cukup berlangganan kepada PDAM, kebutuhan air kita bisa dipenuhi. Setiap bulan kita cukup membayar sejumlah air yang kita gunakan. 

"Begitulah kira-kira cloud computing," tukas Ary, dalam keterangannya, Kamis (24/11/2011). 

Komputasi awan sendiri memiliki tiga segmen layanan, yakni perangkat lunak, platfom, dan infrastruktur dengan tujuan dan produk yang berbeda untuk kepentingan bisnis maupun individu. Layanan pertama, Software as a Service (SaaS) adalah layanan berbasis konsep menyewakan perangkat lunak. 

Dari layanan SaaS, industri dapat bermigrasi ke Platform as a Service (PaaS) yang menawarkan pengembangan platform untuk pengembang (developer). Pengguna layanan ini bisa membuat kode sendiri dan penyedia PaaS mengunggah dan menampilkan di web. 

Layanan PaaS juga menyediakan layanan pengembangan, pengujian, penyebaran, hingga menjadi tuan rumah, dan menjaga aplikasi.

Sedangkan layanan ketiga, Infrastructure as a Service (IaaS) yang memungkinkan pengguna cloud computing membeli infrastruktur sesuai kebutuhannya. 

Ada keuntungan yang bisa didapat dari layanan ketiga ini yakni pengguna hanya membayar layanan sesuai kapasitas yang mereka gunakan. Pengguna tidak perlu membayar mahal untuk membeli layanan yang sesungguhnya kurang banyak digunakan. Pengguna, baik individu maupun perusahaan, hanya membayar apa yang mereka pakai.

( ash / fyk ) 


http://www.detikinet.com/read/2011/11/24/135756/1774774/398/cloud-computing-ibarat-penggunaan-air-listrik/?i991102105

Jumat, 12 Agustus 2011

5 Pondasi Mengadopsi Cloud Computing

Jumat, 12/08/2011 11:34 WIB
Tips & Trik
5 Pondasi Mengadopsi Cloud Computing
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Para tim TI diyakini sudah banyak yang bersiap berlari menuju komputasi awan (cloud computing). Namun seperti yang telah diperlihatkan oleh sejarah, tidak semua implementasi cloud computing dapat memberi manfaat seperti yang diperkirakan.

Menurut IDC, 53% dari seluruh organisasi di Asia sudah menggunakan beberapa format dari cloud atau sudah mempelajari dan menguji coba inisiatif cloud. Bahkan tahun ini cloud computing akan lebih sering dibicarakan karena pertimbangan akan keamanan dan kehandalan semakin menguat.

Pondasi yang kuat masih merupakan dasar dari semua kesuksesan implementasi cloud. Jika diimplementasikan dengan tepat, cloud computing dapat memungkinkan pengguna enterprise untuk fokus terhadap hal-hal yang membedakan mereka dari yang lain dan memungkinkan bisnis mereka untuk tumbuh lebih cepat.

Berikut 5 kiat untuk memastikan bahwa implementasicloud yang direncanakan dapat membawa perusahaan Anda ke tingkatan yang lebih tinggi, menurut perusahaan TI NetApp:

1. Cloud dan virtualisasi

Virtualisasi merupakan langkah pertama menuju cloud. Jika infrastruktur Anda masih dalam format silo-silo tradisionil, beralihlah ke virtualisasi dulu. Dengan virtualisasi, implementasicloud akan dapat mengurangi setengah kebutuhan storage dan menghasilkan dua kali lipat utilisasi storage, dengan begitu meningkatkan penghematan atas hardware, tenaga listrik dan perawatan.

2. Kesempatan berinovasi

Dalam perjalanan Anda menuju cloud, luangkan waktu untuk mengeksplorasi inovasi teknologi storage yang dapat meningkatkan efisiensi lebih jauh. Arsitektur unified storage, deduplikasi atas data primer di lingkungan virtualisasi, thin provisioning, dan otomasi berbasis policy dapat membantu menciptakan pondasi cloud yang kuat.

3. Pastikan TI tetap berjalan 24 jam sehari

Kondisi bisnis saat ini menuntut infrastruktur yang berjalan non-stop dan cloud merupakan platform yang sempurna untuk mewujudkan hal itu. Untuk menjaga agar cloud Anda berjalan 24 jam terus menerus, Anda harus memastikan bahwa data dan aplikasi dapat dipindahkan secara dinamis ke seluruh lingkungan cloud.

Hal ini penting untuk melakukan failover secara instan dalam situasi disaster recovery, dan agar para administrator dapat melakukan maintenance tanpa gangguan. Lingkungan cloudyang sukses harus dapat memberikan fleksibilitas kepada para administrator untuk dapat menyeimbangkan beban kerja sebagaimana kebutuhan bisnis berubah.

4. Menyeimbangkan kecepatan dengan efisiensi

Persyaratan penting untuk bertransisi menuju cloud adalah memiliki kemampuan untuk berpindah dari sekedar optimalisasi infrastruktur menuju optimalisasi layanan. Virtualisasi server memungkinkan provisioning dan pengerahan kemampuan baru yang cepat agar perusahaan dapat merespon, berinovasi dan melakukan penetrasi pasar secara lebih cepat.

Untuk dapat mewujudkan hal ini sepenuhnya, pastikan lingkungan cloud Anda yang baru dapat dengan efisien ditingkatkan kemampuannya di seluruh penjuru infrastruktur, sehingga pada akhirnya nanti Anda tidak akan menambah kompleksitas pada lingkungan cloud.

Pengadopsi awal cloud telah menyadari bahwa caranya adalah dengan menerapkan unified architecture, karena dapat memberikan fleksibilitas yang elastis dan perpindahan data yang transparan untuk mendukung layanan secara non-stop dan otomatisasi layanan.

5. Fokus terhadap inovasi, bukan maintenance

Cloud computing memberikan kemampuan kepada TI untuk mentransformasi perusahaan dari organisasi yang fokus terhadap maintenance menjadi organisasi yang berinovasi. Lingkungancloud memungkinkan TI untuk mengimplementasikan layanan lebih cepat, mengotomasi banyak rutinitas maintenance dan bahkan menghadirkan self-service untuk para pengguna, dengan begitu dapat meluangkan waktu bagi administrator TI untuk tugas-tugas yang lebih strategis.


Pada intinya, dengan berinvestasi pada cloud computing dan konvergensi data center, perusahaan dikatakan dapat mengurangi keseluruhan biaya TI, sekaligus mencapai fleksibilitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Sementara perusahaan yang lebih dulu menerapkan secara efektif berbagai tuntutan akancloud computing dibandingkan pesaingnya, dipercaya akan mendapatkan keunggulan daya saing TI untuk beberapa tahun ke depan.

( ash / fyk )

Minggu, 26 Desember 2010

Cloud Computing Jadi Andalan Baru IM2

Jumat, 22/01/2010 08:03 WIB

Cloud Computing Jadi Andalan Baru IM2
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Indosat Mega Media (IM2) mejadikan teknologi komputasi awan alias cloud computingsebagai andalan baru untuk menggarap segmen pasar pelanggan korporasi di Indonesia.

Upaya menggarap segmen korporat ini dilakukannya dengan cara menggelar edukasi dan transfer pengetahuan dalam sesi temu pelanggan. IM2 dalam sesi ini menggandeng vendor Microsoft dan Cisco.

"Ini bagian dari usaha kami mendekatkan diri kepada pelanggan korporat dengan menyuguhkan suatu teknologi dan business update seputar cloud computing," ujar Direktur Utama IM2, Indar Atmanto dalam keterangannya, Jumat (22/1/2010).

"Semoga dengan materi yang kami suguhkan bersama Cisco dan Microsoft dapat memperkaya khasanah informasi dan pengetahuan dari pelanggan IM2, tentang bagaimana posisi cloud computing saat ini dan tantangannya di masa depan," lanjut dia.

Indar menjelaskan, cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan dalam memandang investasi teknologi komunikasi informasi. "Investasi untuk modal kapital berubah menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud computing," ujarnya.

Menurut dia, sektor paling berpeluang berkembang dengan hadirnya cloud computing adalah pengembang konten. Sebab, entry barrier untuk memulai sebuah usaha telah disediakan oleh cloud computing.

"Ini membuat para kreator bebas berkereasi karena semuanya sudah disediakan secara virtual," jelasnya.

Cloud computing sendiri merupakan pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber komputasi. Keuntungan utama dari konsep ini, salah satunya membuat pengguna tak lagi perlu menyediakan infrastruktur mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop untuk memiliki suatu sistem.

"Simpelnya, semua yang ada di internet adalah aplikasi yang bisa digunakan oleh pelanggan," kata Indar.

Namun, untuk mendukung hadirnya cloud computing diperlukan infrastruktur broadbandsebagai pipa pengantar dan kapasitas bandwidth yang cukup besar. Apalagi, infrastrukturbroadband di Indonesia antara barat dan timur masih sangat timpang.

Bisa, IM2?



( rou / rou )

Minggu, 21 November 2010

Cloud Computing Can Cut Carbon Emissions by 30% to 90%

November 5, 2010

Cloud Computing Can Cut Carbon Emissions by 30% to 90%

By moving business applications to cloud computing, large organizations can reduce energy consumption and carbon emissions 30 percent or more compared to running those apps on their own infrastructure, according to a study released byMicrosoft, Accenture and WSP Environment & Energy. The study also finds that small businesses can garner substantially higher savings.

The study, ” Cloud Computing and Sustainability: The Environmental Benefits of Moving to the Cloud,” finds that both large datacenters, such as those run by Microsoft, and small businesses can benefit by moving their applications to the cloud. Larger datacenters largely benefit from economies of scale and operational efficiencies beyond what is typically found in on-premise IT infrastructures, according to the report.

The study results focused on three commonly used Microsoft applications for e-mail, content sharing and customer relationship management: Microsoft Exchange Server 2007, Microsoft SharePoint Server 2007 and Microsoft Dynamics CRM with their cloud-based equivalents — Microsoft Exchange Online, Microsoft SharePoint Online and Microsoft Dynamics CRM Online

The study evaluated the carbon footprint of server, networking and storage infrastructure for three different deployment sizes (100, 1,000 and 10,000 users), finding that the smaller the organization, the larger the benefit of moving their business applications to a cloud environment, according to researchers.

When small organizations (100 users) move to the cloud from their own local servers, the study finds that they can reduce their carbon emissions by up to 90 percent. Medium-sized companies (1000 users) can save up to 30 to 60 percent, while larger corporations still see significant savings, cutting energy consumption and carbon emissions 30 percent or more.

A case study with a large consumer-goods company indicates that 32 percent of emissions could be saved by moving 50,000 e-mail users in North America and Europe to Microsoft’s cloud.

The study finds that there are four key factors for the savings: dynamic provisioning (better matching of server capacity to ongoing demand), multi-tenancy (massive shared infrastructure), server utilization (performing higher workloads with a smaller infrastructure footprint), and datacenter efficiency (designs minimize energy use per given amount of computing power).

While many organizations could address some of these factors in their own datacenters to decrease energy use and emissions, the study suggests that large, public cloud infrastructures are better positioned to help reduce the environmental impact of IT through efficiency and economies of scale.

The study was commissioned by Microsoft and conducted by Accenture and WSP Environment & Energy.


http://www.environmentalleader.com/2010/11/05/cloud-computing-can-cut-carbon-emissions-per-user-by-30/

Minggu, 10 Oktober 2010

Incar Pelanggan SAP, Fujitsu Tawarkan Cloud Computing

Incar Pelanggan SAP, Fujitsu Tawarkan Cloud Computing


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Fujitsu memperluas kemitraan dengan perusahan peranti lunak bisnis SAP Asia Pasifik dan Jepang (APJ) untuk menyediakan solusi komputasi awan ( cloud computing) SAP Infrastructure-as-a-Service (IaaS) yang mencakup data center, infrastruktur komputasi dan infrastruktur SAP.

Melalui aliansi ini, Fujitsu membidik para pelanggan SAP yang ingin berkonsentrasi pada bisnis intinya sehingga menyerahkan pengelolaan infrastruktur SAP kepada pihak lain yang memiliki kompetensi. Para pelanggan SAP yang menggunakan Fujitsu SAP IaaS ini cukup membayar biaya berlangganan sehingga menghilangkan Capital Expenditure (CAPEX). Dari hasil pengujian terhadap teknologi FlexFrame, para pelanggan SAP dapat menghemat biaya hingga 30 persen dengan memastikan tingkat layanan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan mission-critical di seluruh lingkungan SAP.

Skema bayar sesuai pemakaian ini adalah salah satu kriteria kunci definisi Fujitsu tentang komputasi Awan, seperti tertuang dalam strategi Awan global yang diumumkan April tahun lalu. Fujitsu SAP IaaS akan memperkuat penawaran komputasi Awan global dari Fujitsu, khususnya komputasi Awan Mode 1, yakni konsumsi infrastruktur.

Teknologi inti yang memungkinkan penawaran ini adalah FlexFrame yang menggabungkan seluruh infrastruktur peranti keras dan solusi peranti lunak. Saat ini, FlexFrame sudah dipasang di lebih dari 200 lokasi seluruh dunia yang menjalankan instalasi SAP berskala besar. FlexFrame tersedia sejak 2004 dan sejak saat itu terus memimpin di pasar solusi infrastruktur.

http://id.news.yahoo.com/repu/20101008/ttc-incar-pelanggan-sap-fujitsu-tawarkan-b3cfa56.html