Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

2020, China Siapkan Energi Terbarukan 500GW

2020, China Siapkan Energi Terbarukan 500GW

AS sendiri hanya akan mendapatkan tambahan energi terbarukan sebesar 16 Gigawatt.

SABTU, 30 JULI 2011, 14:23 WIB
Muhammad Firman
Dalam rencana yang diajukan pemerintahan Obama, Amerika Serikat sendiri hanya akan mendapatkan tambahan energi terbarukan sebesar 16 Gigawatt. (earthtechling.com)

VIVAnews - China mengumumkan rencana mereka untuk menghadirkan sumber energi terbarukan dalam kurun 10 tahun ke depan. Secara total, negeri itu akan menghasilkan energi terbarukan sebesar 500 Gigawatt pada tahun 2020 mendatang.

Dari total tersebut, pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu yang paling banyak ditingkatkan. Dari rencana memproduksi 25 Gigawatt yang sebelumnya ditetapkan, kini rencana itu ditingkatkan menjadi 150 Gigawatt.

Selain dari angin, bahan bakar cair juga akan digenjot. Dalam 10 tahun, China akan meningkatkan produksi ethanol dari 2 juta ton ke 10 juta ton serta mengekspansi biodiesel dari 0,05 juta ton menjadi 2 juta ton.

Saat ini, China sudah menjadi pemimpin utama di bidang pemanas air bertenaga surya yang dipasang di atap rumah. Pemerintah negeri itu kini menargetkan untuk memiliki totall 300 juta meter persegi pemanas air tenaga surya di rumah-rumah penduduk. Angka ini naik 100 juta meter persegi dibanding tahun 2006 lalu.

Lebih detail, 500 Gigawatt listrik terbarukan itu akan datang dari hydro power sebesar 300 Gigawatt, wind power sebesar 150 Gigawatt, biopower sebesar 30 Gigawatt, dan solar power 20 Gigawatt.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat sendiri hanya akan mendapatkan tambahan pasokan energi terbarukan sebesar 16 Gigawatt setelah anggaran Recovery Act yang diajukan pemerintahan Obama selesai dialokasikan. Meski energi terbarukan di AS itu berlipat ganda dibanding 30 tahun terakhir, tetapi angkanya jauh dibanding target yang dibuat oleh China.

Yang pasti, dikutip dari WordlessTech, 30 Juli 2011, rencana pembuatan energi terbarukan di China tersebut merupakan langkah yang sangat positif. Pasalnya, seperti diketahui, China merupakan negara yang menjadi pabrik bagi seluruh industri di dunia. Dan jika emisi karbon di sana bisa ditekan, itu merupakan kabar gembira bagi seluruh dunia. (umi)

• VIVAnews

Rabu, 12 Januari 2011

Jet Tempur Siluman China Mulai Diterbangkan

Jet Tempur Siluman China Mulai Diterbangkan
Pesawat J-20 itu diberitakan melakukan uji terbang selama 15-20 menit
SELASA, 11 JANUARI 2011, 16:28 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews - China hari ini melakukan uji terbang pesawat jet tempur berteknologi siluman ciptaan sendiri. Kabar itu muncul beberapa jam sebelum Presiden China, Hu Jintao, dijadwalkan menerima kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Robert Gates.

Pemerintah China belum memberi pengumuman resmi. Namun. kabar itu sudah mendapat liputan luas sejumlah media negara-negara Barat, diantaranya The New York Times dan Wall Street Journal.

Saat dihubungi New York Times melalui telepon, seorang pengamat militer China yang berbasis di Hong Kong, Andrei Chang, mengungkapkan bahwa pesawat tempur bernama J-20 itu terbang selama sekitar 15 menit. Uji terbang itu di Kota Chengdu, yang menjadi lokasi pusat riset teknologi dirgantara China.

Sejumlah laman blog yang dipantau Wall Street Journal mengungkapkan bahwa pesawat itu lepas landas sekitar pukul 13 waktu setempat dan terbang sekitar 20 menit.

Gates sendiri belum memberi reaksi atas kabar itu. Dia dijadwalkan menyambangi China selama tiga hari untuk menjalin kerjasama pertahanan bilateral. AS menaruh perhatian serius kepada China, yang dalam beberapa dekade terakhir serius mengembangkan teknologi militer dan memperkuat kapasitas pertahanannya.

Pekan lalu, foto-foto J-20 sudah tersebar di internet dan telah muncul di surat kabar China berbahasa Inggris, Global Times.

Di kalangan pengamat dirgantara mancanegara, upaya China membangun pesawat tempur siluman sudah menjadi rahasia umum. Pada 2009, pejabat tingi Angkatan Udara China, He Weirong, kepada stasiun televisi CCTV mengatakan bahwa pihaknya segera mengujicoba pesawat tempur generasi keempat, yaitu berteknologi siluman, yang artinya sulit dideteksi radar musuh dan bisa mengelak dari deteksi laser .
He saat itu berharap bahwa pesawat tempur siluman buatan China bisa beroperasi dalam kurun delapan hingga sepuluh tahun mendatang. Militer AS pun mengaku tidak heran bila China berambisi membuat pesawat berteknologi canggih itu.

Jurubicara Departemen Pertahanan AS, Kolonel Dave Lapan, mengatakan bahwa pihaknya serius atas publikasi foto-foto pesawat yang diduga adalah J-20 dan kemungkinan telah melakukan ujicoba dengan melaju di atas landasan, atau taxi test.

Foto J-20 juga sudah muncul di laman YouTube (seperti pada tautan ini). (sj)

• VIVAnews

Jumat, 17 Desember 2010

Spionase Dunia Maya Menjurus ke China

Spionase Dunia Maya Menjurus ke China
Jaringan menyasar komputer di beberapa negara, termasuk sistem milik pemerintah India.
RABU, 7 APRIL 2010, 19:59 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati

VIVAnews - Kalangan ahli komputer di Amerika Serikat (AS) dan Kanada berhasil menelusuri dan mendokumentasikan jaringan mata-mata cyber modern di China.

Jaringan tersebut, yang disebut Shadow, menyasar komputer-komputer di beberapa negara, termasuk sistem milik pemerintah India dan militer.

Keterangan lengkap mengenai jaringan Shadow tersebut diungkapkan secara terperinci dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Information Warfare Monitor, sebuah proyek yang melibatkan para peneliti Munk Center for International Studies and The SecDev Group dari University of Toronto dan Shadowserver Foundation.

Information Warfare Monitor merupakan kelompok yang mengungkap dan mendokumentasikan GhostNet, ring spionase cyber serupa, tahun lalu.

Pengumuman ini pertama kali diberitakan oleh surat kabar The New York Times. Laporan tersebut secara detail menjelaskan jangkauan jaringan Shadow dan mendiskusikan beberapa dokumen pemerintah India yang dicuri.

"Kami berhasil mendokumentasikan jaringan lain dari sistem komputer akademis, bisnis, dan pemerintah di India, kantor Dalai Lama, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan juga sejumlah institusi lain, termasuk Kedutaan Pakistan di AS," tulis Nart Villeneuve, kepala penelitian SecDev dalam sebuah blog seperti dikutip dari laman PC World, 7 April 2010.

Shadow merupakan contoh teranyar upaya mata-mata cyber yang berkaitan dengan China, termasuk serangan pada sistem surat elektronik Google yang pada akhirnya membuat Google menutup sistem mesin pencari yang disensor di China. Seperti jaringan serupa lainnya, misalnya GhostNet, malware yang dijadikan target diduga kuat memungkinkan penyerang untuk mengobrak-abrik sistem komputer tertentu.

• VIVAnews

Minggu, 14 November 2010

Tianhe-1 Komputer Tercepat Dunia Buatan China

Tianhe-1 Komputer Tercepat Dunia Buatan China
Superkomputer China mengalahkan milik AS. Mampu melakukan 2.507 triliun hitungan per detik
SENIN, 15 NOVEMBER 2010, 08:50 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tee PC Albatron (albatron.com.tw)

VIVAnews -- China berhasil melampaui Amerika Serikat dalam hal teknologi superkomputer. Ini didasarkan survei kecepatan mesin komputer di dunia yang dinilai oleh para ahli dari Jerman dan Amerika Serikat.

Tianhe-1 yang berarti 'Bima Sakti' mampu mencapai kecepatan komputasi 2570 triliun kalkulasi per detik, dan menempatkannya di tahta nomor satu dalam survei 500 superkomputer.

Meski demikian, Tianhe - 1 yang dipakai di Tianjing menggunakan chips komputer buatan perusahaan AS.

Sementara juara sebelumnya, komputer Jaguar yang dipakai pemerintah AS di Tennessee, melorot di peringkat kedua. Jaguar mampu bergerak dengan kecepatan kalkulasi 1.750 triliun per detik.

Sementara sistem kompter lain milik China, Nebulae, di Shenzhen berada di posisi tiga.

Meski AS masih mendominasi, setidaknya lebih dari setengah dalam kategori 500 komputer tercepat, namun China berhasil memasukkan 42 sistem dalam peringkat itu. China bahkan mengalahkan negara aditeknologi lainnya -- Jepang, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Ini bukan kali pertamanya mahkota raja digital AS diambil alih negara Asia. Pada 2002, Jepang membuat mesin dengan kekuatan setara dengan 20 komputer paling top AS digabungkan jadi satu.

Superkomputer digunakan untuk berbagai bidang yang membutuhkan perhitungan rumit dengan banyak variabel seperti pertahanan, energi, keuangan, dan ilmu pengetahuan.

Perlombaan adikomputer juga menjadi kebanggaan nasional sebuah bangsa. (News.com.au) sj

• VIVAnews

Sabtu, 13 November 2010

China Operasikan Kereta Tercepat di Dunia

China Operasikan Kereta Tercepat di Dunia
“Sekarang negara-negara lain ingin bekerjasama. Mereka semua menginginkan teknologi kami”
SELASA, 26 OKTOBER 2010, 16:08 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Pemerintah China hari ini mulai mengoperasikan dua unit kereta super cepat keluaran terbaru. Kereta peluru ini diklaim sebagai yang tercepat di dunia.

Menurut kantor berita Associated Press, pemerintah China mengatakan kereta itu dibuat dengan teknologi dalam negeri. Kereta itu pertama kali melayani rute Shanghai-Hangzhou.

Kereta tipe CRH380 ini mampu melaju hampir 420 km per jam. Namun pengelola layanan hanya mentolerir kecepatan maksimal 350 km per jam.

Kendati demikian, kereta ini tetap saja memecahkan rekor dunia karena mengungguli kecepatan yang telah dibuat sesama kereta China, yaitu CRH2, yang berkecepatan 250 km per jam.

Juru bicara Kementerian Kereta Api, Wang Yongping, mengatakan teknologi, desain dan perangkat pada CRH380 adalah milik China. Namun, dia mengakui bahwa program kereta super cepat ini dirintis berkat kerjasama dengan Jepang dan negara-negara lainnya.

“Sekarang negara-negara lain ingin bekerjasama. Mereka semua menginginkan teknologi kami,” ujar Wang.

Salah satu pembangunan rel kereta kecepatan tinggi terbesar adalah jalur Beijing-Shanghai, yang memakan biaya hingga US$32,5 miliar. Jalur yang akan menghemat waktu perjalanan hingga lima jam ini rencananya akan dibuka mulai 2012.

Program pembangunan transportasi kereta ini adalah salah satu pencapaian China dalam mengejar target 13.000 kilometer rel kereta kecepatan tinggi pada 2012. Usaha untuk mengembangkan teknologi kereta kecepatan tinggi adalah program China bersamaan dengan upaya peningkatan teknologi antariksa yang bertujuan untuk meningkatkan kebanggaan nasional.

Bahkan, China berencana akan membuat teknologi kereta dengan kecepatan 500 km per jam.

• VIVAnews

Sabtu, 23 Oktober 2010

World’s Largest Offshore Wind Farm Begun by China



China, which shot to world leadership in turbine production after passing renewable energy legislation (together with local construction mandates) in 2005, has begun building the world’s largest off-shore wind farm in Bohai Bay, a few hours from Beijing. The engineering design and construction of what will be the world’s largest offshore wind farm at 1,000 MW, according to Ordons energy news, is being undertaken by the state-owned China National Offshore Oil Corporation (CNOOC),

It is not that unusual for offshore oil to develop offshore wind technology. The two share some of the same technical and engineering issues. Stat-Oil in Norway is also investing in offshore wind development, because many of the engineering solutions found to develop offshore oil, are also applicable to the development of offshore wind, like building platforms in deep sea.


Once complete, in 2020, the Bohai Bay wind farm, just three hours from Beijing, will be the largest off-shore wind farm in the world, at 1,000 MW. The current world’s largest offshore wind farm in Europe just started sending power to the grid in September from a 300 MW array of turbines in the North Sea.

To build the massive infrastructure needed, nearby Tianjin has received an investment of $2.2 billion from the Chinese government. The potential is for a staggering 750 Gigawatts of offshore wind power off the coast of China, more than twice the potential 330 GW off the Atlantic coast of the US, which itself would power the East Coast twice over.

Image: Offshore oil equipment in Bohai Bay
Susan Kraemer @Twitter

http://cleantechnica.com/2010/10/23/worlds-largest-offshore-wind-farm-begun-by-china/