VIVAnews - Sebuah tim arkeologi yang berasal dari University of New Mexico baru-baru ini menyatakan rencananya untuk menggali fakta-fakta tentang jejak UFO di Roswell, New Mexico yang sempat menjadi insiden heboh di tahun 1947.
Ketika itu, ditemukan sebuah piring terbang jatuh di dekat kota Roswell, New Mexico. Namun, militer AS langsung menyatakan bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah salah satu dari program mereka bernama Mogul. Namun, sejumlah pihak mencurigai alasan tersebut dan menganggap militer AS sengaja menutup-nutupi fakta tentang UFO yang jatuh beserta mayat-mayat alien di dalamnya.
Terkait investigasi, tak tanggung-tanggung, tim tersebut menghabiskan dana sekitar US$26.000, atau setara Rp232,1 juta untuk mencari jejak UFO di Roswell.
Tak mengherankan, dana yang disediakan oleh Sci-Fi Channel, rumah produksi yang mengirimkan kru untuk mendokumentasi penelitian tersebut, nampaknya tak akan sia-sia untuk sebuah investigasi serius.
"Kami ingin melibatkan diri langsung dalam investigasi arkeologi berstandar tinggi ini, terlebih lagi untuk mencari fakta-fakta tentang insiden besar UFO yang melanda New Mexico setengah abad yang lalu," kata Dirk Chapman, salah seorang direktur bidang arkeologi di University of New Mexico.
"Ada banyak peneliti melakukan hal yang sama dan hasilnya serupa. Di lokasi ini memang terdapat jejak sebuah piring terbang dan sangat besar kemungkinannya jika itu adalah UFO," tandasnya.
Seperti yang diduga, ekspedisi tentang UFO oleh Chapman dan timnya menuai kritik dari sejumlah akademisi. Salah satunya dari Dave Thomas, ahli fisika dari New Mexicans for Science and Reason.
"Saya sangat menyukai fiksi ilmiah atau sci-fi, tapi bukan itu yang seharusnya dilakukan oleh divisi riset univesitas. Mereka hanya membuang waktu sia-sia karena sebuah riset ilmiah gadungan," tutur Thomas.
"Saya pikir satu-satunya cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada sesuatu hal besar terjadi di New Mexico jika alien mendarat di White House dan berkata 'hei, kami tak ada hubungannya dengan 1947. Itu bukan kami'," ujarnya.
Membuka wawasan ilmu dan teknologi dari kehidupan sehari-hari....expand your mind.
Sabtu, 06 November 2010
Para Arkeolog Investigasi UFO di New Mexico
Sabtu, 03 Juli 2010
Arkeolog Indonesia Mencari Kapal Kuno
Liputan6.com, Mataram: Tim arkeolog Indonesia berencana mencari kapal kuno yang dilaporkan terkubur setelah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggarabarat, meletus pada 1815. "Memang benar kami tujuh orang peneliti arkeologi akan beraktivitas di sekitar Gunung Tambora selama 12 hari terhitung 7 Juli," ujar I Made Griya, arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar Bali, Sabtu (3/7).
Menurut Made Griya, selain arkeolog Denpasar, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga akan ikut serta. Mereka akan melakukan serangkaian penelitian di sekitar Gunung Tambora, sekaligus membuktikan bahwa di kawasan Kawinda Toi terdapat kapal kuno. "Menurut masyarakat ada temuan kapal kuno. Itu yang akan kami cari keberadaannya," kata Made Griya, seperti ditulis Antara.
Made Griya menambahkan, selama penggalian arkeologi pada 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur material letusan Gunung Tambora. Material ditemukan di kedalaman tiga kilometer pada endapan piroklastik. Artefak ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan pada 1815.
Gunung Tambora merupakan stratovolcano aktif yang terletak di dua kabupaten di Pulau Sumbawa, yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada volcanic explosivity index. Letusan tersebut terdengar hingga Pulau Sumatra yang jaraknya lebih dari 2.000 kilometer. Abu vulkanik Tambora jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan tidak kurang dari 71 ribu orang meninggal.(ULF)
http://id.news.yahoo.com/lptn/20100703/tpl-arkeolog-indonesia-mencari-kapal-kun-9c562ac.html
Sabtu, 16 Januari 2010
Candi UII Kembali Kejutkan Arkeolog
SLEMAN, KOMPAS.com — Proses penggalian Candi Kimpulan yang ditemukan di kompleks kampus Universitas Islam Indonesia, Sleman, DI Yogyakarta, kembali mengungkap fakta baru. Arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta menemukan arca lingga-yoni di candi perwara (pendamping), Selasa (12/1/2010).
Hal ini mengejutkan para arkeolog karena lingga-yoni tak lazim berada di candi perwara, melainkan hanya terdapat di candi induk. "Hal seperti ini belum pernah ditemukan di candi-candi lain," kata Budi Sancoyo, salah satu arkeolog BP3 Yogyakarta yang bertugas dalam ekskavasi tersebut.
Lingga-yoni di candi perwara berukuran 4 x 6 meter itu berdiri sejajar dengan dua buah lapik (batu sesembahan), arca nandi (sapi), dan sebuah sumur batu berukuran 80 x 80 cm dengan kedalaman sementara 40 cm yang ditemukan sebelumnya.
Sumur itu sendiri juga menjadi keunikan karena tidak lazim ditemukan dalam candi dan belum diketahui fungsinya. Adapun lingga-yoni sebelumnya telah ditemukan bersama arca Ganesha dalam candi induk yang berukuran 6 x 6 meter.
"Kami belum bisa menyimpulkan arti temuan lingga-yoni dan sumur yang ada di candi perwara ini karena harus menggali referensi-referensi lain," kata Budi.
Sebelumnya, Candi Kimpulan juga dinyatakan unik karena struktur bangunannya yang merupakan kombinasi batu dan kayu. Arca yang ditemukan juga memiliki desain yang berbeda dengan desain-desain Ganesha di candi lain.
http://sains.kompas.com/read/2010/01/12/15213747/Candi.UII.Kembali.Kejutkan.Arkeolog