Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2010

Android Bakal "Serbu" Indonesia pada Awal Maret


Android Bakal "Serbu" Indonesia pada Awal Maret







































Kamis, 25 Februari 2010 | 20:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Awal bulan Maret 2010 bakal menjadi momentum baru kehadiran Android di Indonesia. Android yang dimaksud bukan makhluk setengah robot setengah manusia, melainkan platform smartphoneberbasis open source yang diperkenalkan Google. Bersamaan dengan pameran Mega Bazaar di Jakarta Convention Center, 3-7 Maret 2010, setidaknya akan ada enam handset berbasis Android yang sekaligus diluncurkan di Indonesia.

Handset tersebut masing-masing Sony Ericsson X10, Huawei U8230, LG GW620, HTC Hero, Motorola Milestone, dan Samsung Galaxy Spica. Keenam handset dari enam vendor kelas dunia itu akan dirilis oleh Indosat sebagai partner. Indosat juga melengkapi layanan khusus bagi pengguna Android berupa aplikasi-aplikasi berbasis Android melalui Android Aplication Store.

"Indosat memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan layanan berbasis Android di Indonesia," kata Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat, dalam siaran persnya. Ia mengatakan, Indosat ke depan juga telah menyiapkan layanan khusus Android dan program kerja sama dengan para pengembang lokal untuk mengembangkan aplikasi.

Android sendiri merupakan sistem operasi bergerak (mobile) yang menggunakan versi modifikasi dari kernelLinux. Android memiliki berbagai keunggulan sebagai perangkat lunak berbasis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehinggaprogrammer bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.

Selain itu, Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi, seperti push email GMail, Google Maps, dan Google Calendar. Pada awalnya, Android dikembangkan oleh Android Inc, sebuah perusahaan yang kemudian dibeli oleh Google dan akhir-akhir ini dikembangkan oleh Open Handset Alliance.

Adapun Android Application Store adalah "toko virtual" yang menyediakan ribuan aplikasi, baik gratis maupun berbayar. Indosat menghadirkan Android Application Store sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan layanan yang terintegrasi di satu tempat yang dapat menampung kebutuhan pelanggan terkait aplikasi dan layanan Android dari Indosat.

Semua paket layanan tersebut akan dihadirkan di Indosat Android Expo pada Pameran Mega Bazaar di JCC 3-7 Maret 2010. Diskon khusus tersedia untuk pemesanan awal (pre-order) sudah bisa dilakukan pada 22-28 Februari 2010 di www.indosat.com/android.

WAH

Editor: wah

Android Mulai Menyerbu Indonesia

Aha, Android Mulai Menyerbu Indonesia

MOTOROLA
Jajaran ponsel Android yang dirilis di Indonesia awal Maret 2010 di Mega Bazaar, Jakarta Convention Center.

Rabu, 3 Maret 2010 | 17:20 WIB

KOMPAS.com - Menjelang akhir Februari lalu, Indosat bermanuver cepat untuk produk yang sebenarnya belum dikenal luas masyarakat awam Indonesia, yaitu telepon seluler berbasis sistem operasi Android. Ya, dengan menggandeng enam produsen agen tunggal pemegang merek, tampaknya Indosat serius dengan Android.

Enam agen tunggal pemegang merek (ATPM) itu tak tanggung-tanggung. Mereka adalah HTC dengan HTC Hero, Motorola dengan Motorola Milestone, Samsung dengan Samsung Galaxy Spica, LG dengan LG GW 620, Huawei dengan U8230, dan Sony Ericsson dengan Xperia X10.

Jumlah enam ATPM ini seolah memberikan sinyal bahwa Indosat tak ingin ketinggalan start untuk menggarap pasar Android di Indonesia. Akankah bisa booming seperti euforia BlackBerry?

Walau sudah pasang kuda-kuda sejak 22 Februari, secara resmi Indosat bersama partnernya baru meluncurkan ponsel-ponsel berbasis Android mulai hari ini, Rabu (3/3), di ajang Indosat Android Expo, yang digelar serentak di tujuh kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar), pada event Mega Bazar Computer, 3-7 Maret 2010.

Walau merilis bareng-bareng dengan ATPM, Indosat tak ingin mengunci ponsel tersebut hanya untuk operatornya. Tampaknya ”koalisi” ini bersifat cair dan tak mengikat mengingat Indosat juga masih memberikan peluang ATPM lain untuk bergabung.

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia lain, peluncuran produk-produk Android di Indonesia ini cukup bombastis walau masih menyimpan teka-teki, benarkah produk ini pilihan strategis untuk publik pada umumnya di Indonesia. Hal itu mengingat potensi pasar Indonesia masih didominasi masyarakat awam.

Android adalah produk ponsel cerdas yang menuntut penggunanya juga harus cerdas dan akan lebih bagus jika selalu tersambung ke jaringan internet setiap saat. Tanpa koneksi internet memadai, Android tak punya kelebihan dibandingkan dengan ponsel pintar lainnya. Ponsel Android ibaratnya sebuah komputer, kegunaan komputer itu akan semakin fantastis jika pengguna bisa memilih dan meng-install aplikasi berguna.

Sistem operasi Android yang menggunakan versi modifikasi dari kernel Linux ini awalnya dikembangkan Android Inc, sebuah perusahaan yang kemudian dibeli Google dan akhir-akhir ini oleh Open Handset Alliance.

Android sejak awal memiliki konsep sebagai software berbasis kode komputer yang didistribusikan secara terbuka (open source) dan gratis. Open source inilah sebenarnya kata kunci mengapa Android begitu seksi di mata para petualang gadget.

Keuntungan open source, banyak pengembang software yang bisa melihat dan memanfaatkan kode itu serta bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Satu hal yang unik, berbagai aplikasi itu diwadahi dalam sebuah portal, yaitu Android Market, sehingga pengguna tinggal meng-install aplikasi pilihannya.

Semua ponsel Android yang langsung bekerja sama dengan Google akan punya akses ke Android Market. Namun, sekarang juga sudah tumbuh portal software market di luar Android Market yang memungkinkan ponsel-ponsel Android yang ”indie” bisa menyediakan layanan instalasi berbagai aplikasi tambahan yang dibutuhkan.

Di portal Android Market dan sejenisnya disediakan ribuan aplikasi, yang mayoritas bisa didapatkan secara gratis. Ponsel Android ditunggu-tunggu kehadirannya oleh penggemar yang mania internet, terutama mereka yang sudah tak terpisahkan dari berbagai aplikasi khas dari Google, seperti Google Search, Google Talk, Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.

Akses internet penuh

Yup, tak ada yang meragukan bahwa Android itu canggih. Tetapi, apakah pasar Indonesia akan meresponsnya dengan antusias? Inilah teka-teki yang masih belum terjawab.

Namun, Guntur S Siboro, Chief Marketing Officer Indosat, punya alasan kuat dan optimistis dengan masa depan Android. ”Pengalaman berinternet pertama kali bagi masyarakat Indonesia itu lewat ponsel, bukan lewat komputer konvensional. Karena itu, pilihan Android ini merupakan pilihan tepat untuk mendorong pertumbuhan internet di Indonesia,” katanya.

Oh, akhirnya internet adalah salah satu alasan kuat untuk meluncurkan sebuah produk. Hal yang melegakan, alasan ini akan diikuti dengan berbagai paket layanan data dari Indosat yang akan mendukung fungsi Android. Salah satu layanan paket data yang digadang-gadang itu adalah Paket Prepaid Broadband, yaitu akses broadband dengan menggunakan kartu IM3/Mentari dengan cara dial ke *777*1*5# serta Paket Prepaid Broadband IM2 (mulai tanggal 25 Februari 2010). Pelanggan IM3/Mentari juga bisa menggunakan paket Broadband IM2 serta tentunya handset Android dengan harga spesial.

Dulu, ketika IM2 diluncurkan pertama kali, penulis sempat berlangganan dan di akhir cerita kecewa dengan tagline broadband di dalamnya karena faktanya tak seperti yang dijanjikan, banyak daerah yang tak terjangkau. Semoga paket data kali ini benar-benar akses broadband.

Untuk paket data IM3/Mentari, ya IM3/Mentari memang sudah lama menjadi salah satu favorit penulis karena harga yang murah dan masih nyaman untuk keperluan data normal. Tetapi, dengan ponsel Android dan kartu IM3 di dalamnya (paket data standar IM3 yang bukan broadband), ketika menjalankan fungsi Google Maps, beberapa kali penulis harus berhenti sejenak di tepi jalan untuk menunggu load data dari peta agar tampil sempurna selama perjalanan.

Semoga paket data yang baru, yaitu yang menggunakan dial ke *777*1*5#, bisa benar-benar membuat ponsel Android berfungsi sebagai gadget dahsyat. Jika benar demikian, tak sia-sia dukungan para komunitas Android yang datang di acara peluncuran Adroid, 22 Februari lalu.(KOMPAS/Amir Sodikin)

Editor: wah