Tampilkan postingan dengan label AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

AS Siap Pakai Mobil Terbang di Afghanistan

AS Siap Pakai Mobil Terbang di Afghanistan
Getty Images
Dengan sekali memencet tombol, mobil ini bisa berubah cepat menjadi helikopter.
KAMIS, 2 DESEMBER 2010, 11:04 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Ladang pertempuran Afghanistan tak hanya ajang uji coba senapan revolusioner Amerika Serikat, XM-25. Tapi, juga kendaraan perang anyar nan canggih milik tentara Amerika.

Nama kendaraan itu: Transformer (TX). Bentuknya mirip mainan anak-anak, namun kendaraan revolusioner itu akan banyak membantu para tentara di garis depan. Tentara AS akan mengujicobakan kendaraan ini pada 2015.

Di darat ia setangguh mobil tentara, Humvee. Dan hebatnya, hanya dengan sekali memencet tombol, mobil ini bisa berubah dengan cepat menjadi helikopter.

Pimpinan militer AS yakin, kendaraan yang dilengkapi dengan baling-baling dan sayap ini bisa mengubah nasib tentara.

Sebab, kendaraan ini memungkinkan tentara bermanuver mengindari ranjau-ranjau peledak yang ditanam di jalanan. Juga memungkinkan memasok perbekalan ke basis-basis militer terpencil, bahkan menyusupkan anggota pasukan elit ke basis militer Taliban. Trasformer juga memungklinkan tentara melarikan diri dengan cepat saat terperangkap di tengah serbuan Taliban.

Dalam hal evakuasi medis, Transformer juga bisa jadi andalan. Ini akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyelamatan tentara yang terluka. Tak perlu menunggu helikopter medis, itu artinya memperbesar peluang bertahan hidup para serdadu.

Lembaga pengembangan teknologi militer AS atau The Defense Advanced Projects Agency (DARPA) telah mengeluarkan uang sebesar 41 juta poundsterling untuk mengembangkan sebuah kendaraan lapis baja terbang yang bisa mengangkut empat orang.

Bahannya harus solid -- menggunakan baja komposit untuk melindungi prajurit dari tembakan, ledakan, dan rudal. Kendaraan ini juga harus bisa menempuh perjalanan perjalanan 280 mil di darat maupun udara. Juga harus bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan kontrol penerbangan otomatis. Seseorang yang tak memiliki kualifikasi sebagai pilot pun akan bisa menerbangkannya.

Kendaraan itu juga dilengkapi senapan mesin dan meriam. Ia bisa melaju dengan kecepatan 65 mil per jam di darat dan lebih dari 150 mil per jam di udara.

"Kami sedang menggabungkan kendaraan darat dan helikopter menjadi satu, dilengkapi dengan fleksibilitas gerakan," kata juru bicara DARPA, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 2 Desember 2010.

DARPA telah memilih Terrafugia, sebuah perusahaan yang telah merintis sebuah mobil terbang untuk penggunaan komersial, untuk membantu menghasilkan prototipe truk lapis baja yang bisa terbang itu.

Baca juga:

Irfan Bachim: Suporter Indonesia Bikin Saya Merinding

Wartawan Kompas Menjawab Keputusan Dewan Pers

Misteri Bola Hijau UFO di Australia

FOTO: Irfan Bachdim dan Kekasihnya

Jumlah Bintang di Semesta Ternyata 3 Kali Lipat

10 Orang Super Kaya Tanpa Gelar Sarjana

• VIVAnews

Rabu, 11 Agustus 2010

AS Pimpin Serangan Cyber Dunia

Selasa, 06/07/2010 14:09 WIB

AS Pimpin Serangan Cyber Dunia
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Amerika Serikat (AS) dituding menjadi sumber terbesar serangancyber yang wara-wiri di dunia maya. Asal serangan yang berasal dari negara adidaya itu dinilai memiliki rasio 1,6. Artinya dari 1.000 PC terdapat 1.660 percobaan serangan yang dihasilkan.

Demikian penilaian yang diungkap perusahaan sekuriti SecureWorks dalam pengamatannya selama enam bulan terakhir. Berbeda dengan AS, India justru mendapat nilai paling 'bersih' dengan rasio 0,05.

Riset ini memang tidak menghitung seluruh negara di dunia. Hanya memilih 16 negara yang dianggap memiliki penetrasi komputer yang besar.

SecureWorks melakukan perhitungan berdasarkan jumlah percobaan serangan yang dikumpulkan sejak Januari hingga Juli 2010. Data tersebut kemudian disaring berdasarkan alamat IP dan jumlah PC per negara yang diteliti.

Nah, dari data-data itulah nama AS muncul di posisi pertama. AS diprediksi memiliki 265,7 juta unit PC dan percobaan serangan sebanyak 441 juta serangan dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Dari dua angka di ataslah rasio 1,6 itu ditetapkan.

China yang selama ini dikenal sebagai sarangnya para penjahat cyber justru mendapat nilai yang 'lumayan'. Diprediksi memiliki jumlah PC 102,7 unit dan 20,6 juta percobaan serangan, Negeri Tirai Bambu itu menempati posisi ke-7 dengan rasio 0,2.

Hasil di luar dugaan justru diterima Korea Selatan, yang memiliki rasio cukup tinggi, yakni 0,8 sehingga didapuk pada posisi ke-2 di bawah AS.

Negara lain yang juga ikut masuk dalam penilaian adalah Rusia (dengan rasio 0,52), Taiwan (0,3), Kanada (0,29), Jepang (0,21), China (0,2), Spanyol (0,15), Meksiko (0,13), Italia (0,13), Inggris (0,1), Prancis (0,1), Brasil (0,08), Jerman (0,07), dan Belanda (0,05).

Jon Ramsey, CTO dari SecureWorks mengatakan, berbagai hal melatarbelakangi terjadinya percobaan serangan yang dilakukan para pelaku. Mulai dari kecepatan internet yang mereka dapatkan, peran serta ISP setempat hingga sosialisasi edukasi soal keamanan berinternet yang ada di masing-masing negara.

"Rasio pengguna Windows, Mac, dan Linux juga memberi pengaruh," tukas Ramsey, dikutipdetikINET dari Softpedia, Selasa (6/7/2010).



( ash / eno )

Jumat, 23 April 2010

Militer AS Segera Tunggangi Mobil Terbang

Militer AS Segera Tunggangi Mobil Terbang
Mobil terbang tentara AS, setangguh mobil SUV di darat, juga bisa terbang laiknya pesawat.
mobil terbang
JUM'AT, 23 APRIL 2010, 11:19 WIB



Elin Yunita Kristanti
Contoh mobil terbang (theregister.co.uk)

VIVAnews - Lembaga pengembangan teknologi militer AS atau The Defense Advanced Projects Agency (DARPA) segera meluncurkan progam pembuatan mobil terbang yang dinamakan Transformer (TX).

Seperti dimuat lamanLivescience.com, mobil terbang militer ini direncanakan akan mulai mengudara pada 2015.

Mobil yang bisa memuat empat tentara tersebut bisa mengudara seperti pesawat terbang, atau bisa melaju di jalanan dengan kemampuan seperti mobil SUV (sport utility vehicle).

Kendaraan ini bisa menjelajah 250 mil dengan hanya satu tangki bahan bakar. Hebatnya, kendaraan ini tak memerlukan landasan untuk mengudara.

DARPA, bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertugas mengekspolorasi teknologi futuristik untuk aplikasi militer, saat ini mengadakan lokakarya ilmiah dan menerima proposal untuk mengembangkan prototipe mobil terbang ini. Batas waktu proposal hingga 27 Mei 2010.

Dengan Transformer (TX), tentara AS akan mampu menghindari ancaman-ancaman yang biasa ditemui dalam pertempuran , seperti penyergapan dan ranjau ledak yang dipasang untuk menghalangi jalan.

DARPA juga akan menguji TX dengan berbagai skrenario seperti unjuk rasa, huru-hara, pemberontakan, kontra intelijen, evakuasi medis, dan suplai logistik.

TX yang dibayangkan DARPA adalah mobil empat penumpang, bisa membawa muatan 1.000 pon, bisa berjalan di permukaan seterjal apapun seperti SUV, tapi bisa lepas landas dengan cepat secara vertikal (VTOL).

Mobil terbang TX juga harus bisa terbang setinggi 10.000 kaki. TX di udara adalah pesawat bermesin tunggal seperti Cessna atau Piper. TX bisa berubah dengan cepat dari mobil di darat menjadi pesawat.

Mobil terbang, TX juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang. Tentu saja, harus dilengkapi rem.

DARPA menginginkan TX punya kemampuan untuk terbang dan mendarat otomatis, tanpa pilot, namun juga bisa dijalankan secara manual. Visibilitas mobil terbang TX, juga jadi salah satu prasyarat. Selain itu, TX harus bisa berjalan di medan jalan apapun, bisa digunakan untuk misi penyelamatan. Bentuk TX yang dibayangkan tak terlalu tinggi, beroda empat dan tahan peluiri.

DARPA mengatakan perusahaan milik militer itu akan mempertimbangkan proposal yang memuat teknologi, hybrid, punya baterai cadangan, struktur sayap yang adaptif, ada sistem penggerak kipas, bahan ringan dan sensor canggih.

Pentagon telah menganggarkan $ 54 juta untuk mengembangkan konsep mobil terbang. Kepada TechNews Daily, juru bicara DARPA menyatakan perlu empat tahun untuk mengembangkan prototipe ini. (mt)

http://dunia.vivanews.com/news/read/146145-tahun_2015__militer_as_pakai_mobil_terbang

Minggu, 06 September 2009

Kumbang "Cyborg"

Kumbang "Cyborg" Dikembangkan untuk Misi Berbahaya
SELASA, 14 JULI 2009 | 08:31 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Michel Maharbiz, asisten profesor di Universitas California, AS, berhasil menciptakan generasi baru kumbang cyborg yang setengah robot. Di seekor kumbang, ia mencangkokkan sistem penerima sinyal, pengontrol mikro, baterai mikro, dan enam elektroda yang semuanya tersambung ke otak dan ototnya.

Ini tercipta dengan mengintegrasikan teknologi informasi, mesin, dan kimia. Dengan muatan lebih ringan daripada sekeping koin picisan itu, kumbang ini dapat dikendalikan dengan menggunakan remote control.

Serangga cyborg ini suatu hari dapat membawa sensor atau peralatan lain untuk mencapai lokasi yang tidak dapat dijangkau manusia atau sebagai robot terestrial yang digunakan untuk misi search and rescue (SAR).

"Dalam seabad mendatang, saya bertaruh, mesin seperti ini akan ada di mana-mana, tetapi telah direkayasa secara lengkap," ujar Michel Maharbiz.(www.technologyreview.com/YUN)

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/07/14/08313838/kumbang.cyborg.dikembangkan.untuk.misi.berbahaya